Kinerja Pembiayaan Syariah Masih Terus Melemah

Awal tahun ini tanda-tanda perbaikan di bisnis pembiayaan syariah multifinance belum terlihat. Kinerja pembiayaan syariah

Kinerja Pembiayaan Syariah Masih Terus Melemah
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Aktivitas di lobi Kantor Golden Trader Indonesia Syariah (GTIS) di MGK Kemayoran, Jakarta, Selasa (5/3/2013). 

           

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Awal tahun ini tanda-tanda perbaikan di bisnis  pembiayaan syariah multifinance belum terlihat.  Kinerja pembiayaan syariah masih menurun akibat sejumlah faktor baik dari sisi kebijakan hingga manajemen internal perusahaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat, sampai dengan Februari 2019, pembiayaan syariah industri multifinance merosot 31,94% menjadi Rp 19,02 triliun. Padahal periode yang sama tahun lalu, pembiayaan syariah masih tembus di angka Rp 27,95 triliun.

Jurubicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, penurunan tersebut disebabkan berbagai faktor. Antara lain aturan mengenai besaran uang muka atau down payment (DP) untuk kredit syariah dan beberapa kebijakan lain yang mesti diberlakukan oleh multifinance untuk menyalurkan pembiayaan syariah.

Adapun faktor lain meliputi penurunan penyaluran pembiayaan syariah karena kebijakan pendirian perusahaan full fledged syariah. Kebijakan ini untuk menggantikan unit usaha syariah yang sudah ada.  “Penurunan pembiayaan syariah juga disebabkan pertimbangkan manajemen dalam rangka evaluasi kinerja perusahaan,” kata Sekar kepada KONTAN Senin (1/4).

Dengan penurunan tersebut, OJK  berharap, pembiayaan syariah bisa menunjukkan tren positif seiring membaiknya tingkat kepercayaan industri perbankan. Kondisi itu membuat perusahaan multifinance mudah mendapatkan dana dari perbankan.  “Kami juga berharap produk pembiayaan syariah dapat lebih variatif dalam melakukan diversifikasi produk sehingga dapat meningkatkan permintaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Penurunan kinerja memang dirasakan beberapa pemain. Misalnya PT Indosurya Inti Finance atau dikenal Indosurya Finance. Managing Director Indosurya Finance Mulyadi Tjung Managing menjelaskan, penurunan tersebut disebabkan sumber pendanaan masih terbatas dari perbankan syariah. Akibatnya, pada tahun 2018 pembiayaan syariah Indosurya Finance melambat.

Tercatat tahun lalu penyaluran  pembiayaan syariah  melambat hingga 28,48% menjadi Rp 123 miliar. Sementara pada tahun 2017, pembiayaan syariah masih sebesar Rp 172 miliar.

Meski demikian, Mulyadi percaya pembiayaan syariah tahun ini membaik. Salah satu strateginya dengan mencari sumber pendanaan baru dan mendorong pembiayaan di sektor perdagangan. “Karena fokus kami masih ke usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia, yang sebagai besar adalah perdagangan. Jadi kami menargetkan pembiayaan syariah juga untuk UMKM,” kata Mulyadi kepada KONTAN, Senin (1/4).

Head Corporate Communication BFI Finance Dian Fahmi mengatakan, pihaknya akan gencar memperluas pasar pembiayaan syariah hingga ke luar Jakarta. “Tahun ini kami fokus melakukan penetrasi pasar di luar Jakarta. Termasuk kota di luar Jawa,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved