Gempa Hybrid Gunung Karangetang Meningkat

Pada siang hari menurut Yudia Tatipang Kepala pos PGA Karangetang, puncak kawah tidak nampak lantaran tertutup kabut tebal.

Gempa Hybrid Gunung Karangetang Meningkat
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Gempa Hybrid Gunung Karangetang Meningkat 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Gempa hybrid gunung Karangetang mulai meningkat lagi, Rabu (3/4).

Pada siang hari menurut Yudia Tatipang Kepala pos PGA Karangetang, puncak kawah tidak nampak lantaran tertutup kabut tebal.

Berdasarkan data kegempaan, tercatat gempa hybrid terjadi delapan kali dengan amplitudo 3-20 mm, S-P : 0 detik, durasi  10-13 detik, vulkanik dalam sekali dengan amplitudo 50 mm, S-P : 0.5 detik, durasi 10 detik, tektonik jauh dua kali dengan amplitudo 6-40 mm, S-P : 18 detik, durasi  42-78 detik, dan microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

Baca: Dinas PMPD Minta Kapitalau Segera Selesaikan Masalah Pajak

Baca: SEDANG BERLANGSUNG - Live Streaming Liga Spanyol - Valencia vs Real Madrid, Tonton di Ponsel!

Baca: Link Live Streaming Serie A Italia - AS Roma vs Fiorentina, via Ponsel, Free Streaming

Sementara pada sore hari juga puncak kawah tak nampak.

Sedangkan berdasarkan catatan kegempaan terjadi 12 kali gempa hybrid dengan amplitudo 3-8 mm, S-P : 0 detik, durasi 15-25 detik, vulkanik dangkal tiga kali dengan amplitudo 3-4 mm, durasi 4-7 detik, vulkanik dalam sekali terjadi dengan amplitudo 49 mm, S-P : 0.5 detik, furasi 12 detik, tektonik lokal terjadi dua kali dengan amplitudo 19-33 mm, S-P : 2.5-5 detik, durasi 30-35 detik, terktonik jauh tiga kali dengan amplitudo 5-11 mm, S-P : 12 detik, durasi 32-45 detik, dan microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Untuk status gunung Karangetang masih pada level III atau siaga," jelas dia.

Untuk rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati,  melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai. 

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved