Kriminal

(VIDEO) Dalam Keadaan Mabuk Seorang Ayah Cabuli Putrinya

Dalam keadaan mabuk, seorang ayah cabuli putrinya karena mengira itu adalah istrinya.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam keadaan mabuk, seorang ayah cabuli putrinya karena mengira itu adalah istrinya.

Tribun Video Melansir The Sun, Rabu (3/4/2019), insiden tersebut terjadi di rumahnya di Hong Kong pada 22 Maret 2018.

Pria tersebut pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan masuk ke dalam kamar anaknya.

Saat diinterograsi polisi, anak tersebut mencoba mengatakan ke sang ayah bahwa dia itu bukan sang ibu.

Tetapi percuma karena sang ayah dalam keadaan mabuk dan mencabuli putrinya.

Ia baru berhenti setelah menyadari bahwa itu bukan sang istri melainkan putrinya.

Baca: Pembunuh Dewi Gedoan Ternyata Pria Beristri, Tersangka Sudah Tiga Bulan Bersama Korban

Baca: Kronologi Pria di Manado Bunuh Wanita Selingkuhannya: Saya Sudah Tidak tau Kalau Berapa Kali Tikam

Baca: Viral, Koper Berisi Mayat Laki-laki, Kondisi Telanjang, Bagian Kaki Terlihat dari Luar

Pengadilan Tinggi Hong Kong memberi kesempatan pelaku mengaku bersalah hingga mendapat hukuman 10 tahun dan tidak seumur hidup.

Tetapi, pelaku bersikeras mengaku telah melakukan pencabulan terhadap sang anak.

"Ini kasus yang tak biasa dengan fakta-fakta aneh," ujar Hakim Pengadilan Tinggi Amanda Woodcock.

Dia kemudian mevonis pelaku dengan hukuman dua tahun setengah atas kasus pemerkosaan terhadap sang anak.

Sedangkan, korban mengaku tidak dendam terhadap sang ayah dan telah memaafkannya seperti yang dia ungkapkan ke seorang psikolog.

Namun, ia marah kepada pekerja sosial yang telah melaporkan insiden tersebut tanpa menunggu persetujuannya.

Dia juga menuduh pekerja sosial tersebut telah merusak hubungan keluarganya.

Tautan: https://video.tribunnews.com/view/78612/ayah-cabuli-putrinya-dalam-keadaan-mabuk-karena-mengira-sang-istri-korban-tak-dendam-dan-memaafkan

Editor: Yulius Moningka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved