Sulut Maju

Olly: Jokowi Setujui Tol Airmadidi-Amurang, Begini Kata Ketua DPRD Sulut

TRIBUN MANADO/RYO NOOR
Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Ketua DPRD Andrei Angouw dan Sekrpov Edwin Silangen saat mengikuti Musrenbang, Selasa (2/4/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jalan Tol II Sulawesi Utara dibangun tahun 2020. Presiden RI Joko Widodo telah menyetujui rencana pembangunan Jalan Tol dari Airmadidi, Minahasa Utara hingga Amurang, Minahasa Selatan.

Megaproyek yang nantinya melewati Tondano, Kota Tomohon dan Kawangkoan ini diestimasikan bisa menyerap anggaran di atas Rp 4,2 triliun. Sementara pemerintah memacu penyelesaian Tol I Sulut, Manado-Bitung hingga Oktober 2019.

Gubernur Olly Dondokambey mengungkapkan, Sulut sudah menyiapkan infrastruktur prioritas untuk diwujudkan tahun 2020. Sambungan Tol Manado-Bitung, yakni Tol II melintas dari Airmadidi hingga Amurang.

Infrastrukur ini, kata Gubernur, sudah mendapat ‘lampu hijau’ dari Presiden Jokowi. "Hasil dalam pembangunan Sulut dapat perhatian dari Presiden Jokowi. Dalam kunjungan sudah lihat proyek strategis nasional. Rencana ke depan jalan tol sambungan menuju dari Airmadidi ke Amurang, sudah direspon Pak Presiden," kata Gubernur saat Musrawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sulut tahun 2020 di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Selasa (2/4/2019).

Proyek Tol II Sulut ini akan dipacu setelah peresmian Tol Manado-Bitung pada Oktober 2019. "Berikutnya tol menuju ke Amurang akan melewati kabupaten/kota. Jadi kalau ke Mitra (Minahasa Tenggara) sudah tidak jauh lagi, sudah dekat jalan tol, ke kampung halaman Bupati Mitra di Modoinding juga sudah lebih dekat," kata Olly.

Tol melintas Airmadidi, Tondano, Tomohon, Kawangkoan, Amurang ini akan jadi program strategis nasional tahap berikut pemerintahan Jokowi. "Tahapan berikut harapan kita bisa terwujud," kata dia.

Bukan cuma janji, Jokowi sudah memberi bukti. Olly mengatakan, paling nyata Jembatan Soekarno yang menghubungkan utara dan selatan Kota Manado yang sampai sekarang jadi ikon infrastruktur Kota Manado. "Tidak selesai-selesai dibangun, ketika Presiden Jokowi memerintah baru selesai, kita sudah punya pengalaman," ujar dia.

Kata Olly, Musrenbang sangat penting. "Kegiatan ini sangat penting, harus diikuti sampai tuntas oleh seluruh stakeholders terkait demi pembangunan daerah yang semakin maju dan hebat," ujar Gubernur.

Musrencang kali ini mengusung tema ‘Memantapkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Peningkatan Pemerataan Infrastruktur”. "Mari kita membangun daerah untuk semakin maju serta lebih hebat lagi, tidak ada daerah yang bisa berdiri sendiri baik kabupaten, kota maupun provinsi. Saya bersyukur Pemerintah Provinsi Sulut selalu direspons oleh Pemerintah Pusat. Setiap apa yang direncanakan untuk pembangunan Sulut, puji Tuhan disetujui oleh Pemerintah Pusat," kata Olly.

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sulut, para wali kota/bupati serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw mengatakan, Musrenbang dimaksudkan supaya program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota sinkron.

"Visi pemerintah pusat sinkron dengan provinsi dan kabupaten/kota," kata dia usai Musrenbang. Prinsipnya perencanaan yang dibuat pemerintah untuk mensejahterakan rakyat.

Andrei berpendapat, sederhananya kesejahteraan itu pendapatan minus pengeluaran. "Pendapatan harus besar pengeluaran harus kecil. Masyarakat sejahtera, disposible income-nya besar. Kalau pengeluaran dan pendapatan sama maka tidak ada kesejahteraan sama dengan nol," kata dia.

Pendapatan masyarakat juga dipengaruhi perputaran uang. Perputaran uang besar maka peluang masyarakat mendapatkan pendapatan lebih besar. "Kemungkinan masyarakat berusaha dan dapat kerja jadi lebih besar," ujar dia.

Contohnya jika ada di daerah yang perputaran uang kecil, semisal masyarakat membuka toko, usahanya ini sepi walaupun pesaingnya tak ada. Beda dengan daerah perputaran uang besar, meski banyak pesaing tapi daya beli tinggi membuat usahannya maju.

Kesejahteraan masyarakat juga berhubungan dengan ongkos hidup. Pemerintah merencanakan program agar ongkos hidup ini minim, ongkos pendidikan, ongkos kesehatan, termasuk mitigasi bencana. Intinya perencanaan pemerintah berupaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Banyak alat ukir kesejahteraan masyarakat. Semisal indeks Pembangunan Manusia Sulut tahun 2017 naik pada angka 71,66, tingkat pengangguran tahun 2018 turun pada angka 6,86 persen, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,01 persen di tahun 2018, Inflasi di tahun 2018 sebesar 3,38 persen,

Selain itu gini rasio (tingkat ketimpangan pendapatan) Sulut sebesar 0,372 di tahun 2018, tingkat kemiskinan turun signifikan menjadi 7,59 persen pada tahun 2018 dari sebelumnya berada pada angka 8,20 persen di tahun 2016. Capaian-capaian ini menansakan kerja untuk kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulut, Steve Kepel mengatakan, estimasi biaya untuk pembangunan tol ini Rp 4,2 triliun. Infrasturktur ini coba disodorkan ke Jepang untuk pembiyaan dari investasi.

Kepel mengatakan, ada beberapa manfaat pembangunan jalan tol ini. Mulai jalan alternatif menuju Manado, Tomohon, Kawangkoan dan Amurang. Lanjut dia jalan tol akan mengurangi kemacetan. "Jika ke Amurang biasanya melintas Jalan Trans Sulawesi, dengan adanya tol ini maka waktu tempuh dari Manado ke Amurang lebih singkat," ungkapnya. (ryo/fer)