Religi

Pastor Damianus Pongoh dalam Seminar Damieeta: Lonceng Gereja Terinspirasi Azan

Pada 1071 tentara Seljuk, Turki, menginvasi Palestina dan merebut Yerusalem.

Pastor Damianus Pongoh dalam Seminar Damieeta: Lonceng Gereja Terinspirasi Azan
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Ini Materi Pastor Damianus Pongoh dalam Seminar Damieeta, Percakapan Satu Ruang 

Ini Materi Pastor Damianus Pongoh dalam Seminar Damietta, Percakapan Satu Ruang

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pastor Damianus Pongoh SS Lic Ar Is memberikan materi pesan dari Damietta: Percakapan Satu Ruang dalam seminar Damietta: Perjumpaan dan Dialog, Rabu (03/04/2019) di Emmanuel Amphiteater Catholic Youth Center Lotta.

Islamolog Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng itu mengatakan pada 1071 tentara Seljuk, Turki, menginvasi Palestina dan merebut Yerusalem. Peristiwa ini menimbulkan kegelisahan di kalangan kekaisaran Bizantium dan orang Kristen, biarpun Palestina diduduki suku-suku Arab, yang relatif bersikap toleran dengan orang-orang Kristen. Maka kaisar Alexius I (1081-1118) meminta bantuan militer dari pangeran-pangeran di Eropa Barat.

"Pada tahun 1095 Paus Urbanus II (1088-1099), dalam pertemuan di Clermont, Perancis, mengobarkan semangat kerajaan-kerajaan Kristen di Eropa Barat untuk membantu Kekaisaran Bizantium yang mulai terdesak oleh tentara Turki, disertai dengan tujuan penting lain yakni ’mengamankan’ jalur ziarah orang Kristen Eropa ke Palestina. Konon banyak orang Kristen yang bergabung dalam gerakan ini terdorong dengan satu motif suci: memperoleh indulgensi," ujarnya.

Perang Salib I (1096-1101), dipimpin oleh Peter, sang pertapa, (Perancis), melawan pasukan Turki. Kendati sempat gagal dan banyak pasukan salib yang mati, tetapi kemudian berhasil merebut kota Nicea, Antiokhia (Turki), Yerusalem dan beberapa kota di Libanon. Menarik katanya bahwa di beberapa tempat Pasukan Salib dan Muslim bekerja sama melawan Pasukan Turki.

"Perang Salib II (1147-1149), dipimpin oleh Raja Louis VII (Perancis) dan Raja Conrad III (Jerman), tetapi dikalahkan oleh Raja Saladin(Turki). Kota Yerusalem jatuh ke tangan Pasukan Islam," ujarnya

Perang Salib III (1189-1192), dipimpin oleh Kaisar Fredrick Barbarossa (Jerman), Raja Philip II (Perancis), Raja Richard I (Inggris), merebut kota Acre dan Jaffa (Palestina)  Perang Salib IV (1202-1204), perebutan kota Konstantinopel dan berkehendak merebut Mesir

"Perang Salib V (1217-1221), gabungan tentara Belanda, Belgia, Jerman merebut Mesir, melalui kota pelabuhan, Damietta. Perang Salib VI (1228-1229), dipimpin oleh Kaisar Romawi (Frederik II); pasukan Salib dan pasukan Muslim saling merebut Jerusalem, Betlehem, Nazareth," ujarnya

Perang Salib VII (1245-1254), dipimpin oleh Raja Louis IX (Perancis) kembali merebut Damietta, dan hendak merebut Cairo, tetapi dikalahkan tentara Islam. Perang Salib VIII  (1270), Raja Louis IX menginvasi Tunis, Tunisia, hendak merebut Mesir tetapi dilawan oleh tentara Mamluk.

Seruan Paus Urbanus II  tak hanya menggerakkan pasukan bersenjata, tetapi di kemudian hari telah menggerakkan beberapa tokoh religius untuk berangkat ke Timur Tengah dan Afrika Utara atau menulis komentar tentang Islam. Dari Ordo Dominican ada Raymond dari Penyafort (1175-1275), mendirikan sekolah Studia Linguarum di Tunis, Raymond Marti (1230-1284), berkarya di Tunis dan mempelajari buku-buku para filsuf dan teolog Muslim, dan Thomas Aquinas (1225-1274), menulis buku tentang dialog dengan Islam: Summa Contra Gentiles dan De Rationibus Fidei Contra Saracenos, Graecos et Armenos.

Halaman
123
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved