Religi

Dalam Seminar Damietta yang Diisi Juga Qasidah Pineleng, Pastor Yong Sebut Perjumpaan Spiritual

Pastor Johanis Ohoitimur menutup seminar Damietta: Perjumpaan dan Dialog Damai.

Dalam Seminar Damietta yang Diisi Juga Qasidah Pineleng, Pastor Yong Sebut Perjumpaan Spiritual
ISTIMEWA
Dalam Seminar Damietta yang Diisi Juga Qasidah Pineleng, Pastor Yong Sebut Perjumpaan Spiritual 

Dalam Seminar Damietta yang Diisi Juga Qasidah Pineleng, Pastor Yong Sebut Perjumpaan Spiritual

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pastor Johanis Ohoitimur menutup seminar Damietta: Perjumpaan dan Dialog Damai dengan memberikan materi inspirasi-inspirasi dari Damietta untuk kontemporer (refleksi 800 tahun perjumpaan St. Fransiskus dan Sultan Malik Al-Kamil). Dengan bantuan peta, ia mengatakan Asisi ke Damietta, dekat sungai Nil Mesir sangat jauh.

"Perlu ada misi yang kuat juga motivasi yang kuat. Jaraknya sangat jauh," katanya

Pastor Yong sapaan akrabnya mengatakan perjumpaan itu bukan perjumpaan politik.

Itu perjumpaan spiritual.

"Sultan Malik Al-Kamil baik hati dan murah hati, adil. Ia menghendaki perdamaian," katanya.

Ia mengatakan Fransiskus dan Sultan Malik Al Kamil.

Sultan Malik punya penasehat Sufi bernama Fakhr Al Farisi.

"Mata rohani, Fransiskus juga melihat kesia-siaan perang. Hati nuraninya bertentangan dengan itu," katanya 

Fransiskus ingin mengkhotbahkan kabar perdamaian (Injil Kristus) kepada Sultan. Fransiskus memberikan katakese.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved