Religi

Berita Materi dalam Seminar Damietta, Alimatul: Ada Janji Nabi Melindungi Nasrani

Alimatul Qibtiyah, wakil dekan 2 fakultas dakwah dan komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan materi dalam seminar Damietta.

Berita Materi dalam Seminar Damietta, Alimatul: Ada Janji Nabi Melindungi Nasrani
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Berita Materi dalam Seminar Damietta, Alimatul: Ada Janji Nabi Melindungi Nasrani 

Berita Materi dalam Seminar Damietta, Alimatul: Ada Janji Nabi Melindungi Nasrani

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Alimatul Qibtiyah, wakil dekan 2 fakultas dakwah dan komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan materi dalam seminar Damietta: perjumpaan dan dialog damai di Emmanuek Amphiteather Catholic Youth Center Lotta, Rabu (03/04/2019) mengatakan ketika Perang Salib di Timur Tengah berkecamuk, Fransiskus Asisi berani bertemu Sultan Malik Al Kamel sebagai pemimpin pasukan Muslim.

Kardinal Pelagius sebagai wakil Paus di medan pertempuran melarang Fransiskus untuk berdamai dengan pasukan Muslim.

"Akan tetapi, Fransiskus yang tidak membawa senjata, dengan semangat membawa damai ke tengah kaum muslim tetap ingin berjumpa dengan Sultan dan berhasil. Fransiskus yang awalnya dicemaskan akan dibunuh ternyata tidak dibunuh," katanya.

Menurutnya ada janji Nabi Muhammad untuk melindungi nasrani.

Kendati janji ini disampaikan kepada kaum Nasrani Najran, tapi ia tidak terbatas buat mereka, namun buat semua kaum Nasrani di seluruh persada bumi dan sepanjang masa.

Najran dan kelompoknya serta semua penganut agama Nasrani di seluruh dunia berada dalam perlindungan Allah dan pembelaan Muhammad Rasulullah menyangkut harta benda, jiwa, dan agama mereka, baik yang hadir (dalam pertemuan ini) maupun yang gaib. Termasuk juga keluarga mereka, tempat-tempat ibadah mereka, dan segala sesuatu yang berada dalam wewenang mereka, sedikit atau banyak. 

"Ia berjanji melindungi pihak mereka, dan membela mereka, gereja dan tempat-tempat ibadah mereka serta tempat-tempat pemukiman para rahib dan pendeta-pendeta mereka, demikian juga tempat-tempat suci yang mereka kunjungi. Ia juga berjanji memelihara agama mereka dan cara hidup mereka—di mana pun mereka berada—sebagaimana pembelaaan saya kepada diri dan keluarga dekat saya serta orang-orang Islam yang seagama dengan saya.  Karena itu ia telah menyerahkan kepada mereka perjanjian yang dikukuhkan Allah bahwa mereka memiliki hak serupa dengan hak kaum Muslim dan
kewajiban serupa dengan kewajiban mereka Kaum Muslim pun berkewajiban seperti kewajiban mereka berdasar kewajiban memberi perlindungan dan pembelaan kehormatan sehingga kaum Muslim berkewajiban melindungi mereka dari segala macam keburukan dan dengan demikian mereka menjadi sekutu dengan kaum Muslim menyangkut hak dan kewajiban," ujarnya.

Ia mengatakan janji tidak mengubah tatanan kepemimpinan dan Memaksakan kehendak. 

"Tidak boleh uskup dari keuskupan mereka diubah, tidak juga kekuasaan mereka tidak boleh juga mereka dibebani kezaliman menyangkut pernikahan yang mereka tidak setujui. Keluarga wanita masyarakat Nasrani tidak boleh dipaksa mengawinkan anak perempuannya kepada pria kaum Muslim. Mereka tidak boleh disentuh oleh kemudharatan kalau mereka menolak lamaran atau enggak mengawinkan karena perkawinan tidak boleh terjadi, kecuali dengan kerelaan hati," katanya.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved