Seorang Nenek 73 Tahun Pukuli Suami hingga Tewas

Packiam mengaku hilang kendali setelah bertahun-tahun mendapat perlakuan kasar dari suaminya yang kerap memukulinya dan menuduhnya berselingkuh.

Seorang Nenek 73 Tahun Pukuli Suami hingga Tewas
kompas.com
ILUSTRASI PEMUKULAN 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang perempuan berusia 73 tahun yang memukuli hingga tewas suaminya akhirnya dibebaskan dari tuduhan pembunuhan berencana.

Packiam Ramanathan menyerang suaminya, Kanagusabi Ramanathan yang berusia 76 tahun, saat pria itu berbaring di tempat tidur di rumah mereka di Newham, London timur, pada 21 September 2018.

Dalam persidangan, Packiam mengaku sedang "kesurupan" ketika dia memukuli suaminya dengan menggunakan tongkat kayu.

Dia akhirnya dinyatakan tidak bersalah atas pembunuhan berencana. Namun, dia mengaku melakukan penganiayaan itu sebagai akibat dari penindasan yang dia alami selama 35 tahun pernikahan.

Pasangan tersebut dijodohkan orangtua mereka pada 1983. Mereka meninggalkan Sri Lanka ketika perang saudara terjadi di negara itu.

Kanagusabi ditemukan dengan cedera kepala serius dan beberapa luka pada tubuh dan leher setelah Packiam Ramanathan mengatakan kepada tetangga bahwa dia telah memukul suaminya.

Packiam mengaku hilang kendali setelah bertahun-tahun mendapat perlakuan kasar dari suaminya yang kerap memukulinya dan menuduhnya berselingkuh dengan penjual ikan.

"Saya tidak tahu bagaimana saya melakukannya. Bagi saya, saya masih merasa orang lain yang melakukannya," kata Packiam.

Jaksa Sally O'Neil mengatakan, pasangan itu bertengkar karena masalah uang. Packiam menjadi sangat marah ketika mengetahui suaminya menulis surat kepada polisi Sri Lanka dan menuduh saudaranya melakukan penipuan dan pencurian.

Namun, pengacara Stephen Kamlish QC yang membela Packiam mengatakan, jika perempuan berusia 73 tahun itu ingin membunuh suaminya yang menderita diabetes, dia bisa saja memberinya dosis insulin yang lebih besar.

"Fakta bahwa tindakannya dilakukan dengan cara seperti itu, dengan tongkat, berarti tidak ada perencanaan," katanya.

Panel juri berunding selama setengah jam dan memutuskan Packiam Ramanathan tidak bersalah atas pembunuhan berencana.

Namun, dia akan mendengarkan untuk kasus pembunuhan yang tidak direncanakan. Sidang vonis akan digelar pada Jumat (5/4/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kerap Lakukan KDRT, Kakek 76 Tahun Tewas Dipukuli Istrinya"

Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved