Pendeta dari Bitung, Ceritakan Perjuangannya Salaman Hingga Selfie dengan Presiden Joko Widodo

Pendeta (Pdt) Andre RM Izaak MTh atu diantara sekian banyak masyarakat Sulut yang berbahagia dan senang bisa ber swafoto dengan Presiden Joko Widodo

Pendeta dari Bitung, Ceritakan Perjuangannya Salaman Hingga Selfie dengan Presiden Joko Widodo
IST
Pendeta Andre RM Izaak MTh bisa berswafoto dengan Presiden Joko Widodo 

Pendeta dari Bitung, Ceritakan Perjuangannya Salaman Hingga Selfie dengan Presiden Joko Widodo

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Pendeta (Pdt) Andre RM Izaak MTh, peserta kegiatan Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) ke X Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI),‎ di hotel Sutan Raja Minut merupakan satu diantara sekian banyak masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang berbahagia dan senang bisa ber swafoto dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Diwawancarai Tribunmanado.co.id pendeta yang keseharian melakukan tugas pelayanan di Jemaat GMIM Yobel Perum Girian Weru 2 Wilayah Bitung 3, swafoto dengan Jokowi terjadi saat penutupan konferensi Minggu (31/3/2019).

Baca: (VIDEO) Istri Lahirkan Bayi Kembar tapi Memiliki 2 Ayah yang Berbeda

Suami dari Pdt Marceline Izaak Hoke MTh menceritakan sebelum bisa swafoto, dirinya sudah selfie dari jarak jauh. Dengan menggenakan pakaian Baniang warna ungu, Pdt Ayah begitu dia disapa jemaat menanti 25 hingga 30 menit hingga orang nomor 1 itu berjalan mendekat.

"Proses swafoto atau selfie dari jauh hingga dekat," kata Pdt Andre kepada Tribunmanado.co.id, Selasa (2/4/2019).

Baca: Video Cerita Seorang Siswa Mahir Menghacker Situs NASA hingga Bank-Bank, Waktu 3 Menit Saja

Dia menceritakan, awalnya hanya ingin berselfie dari jarak jauh mengingat akse mendekat ke sosok yang rendah hati tersebut terhalang dengan banuak orang serta dikawal ketat oleh Paspampres.

Namun ada perasaan muncul, kenapa hanya dari jauh sehingga ayah tercinta dari dua putri Syalom dan Dhe ini mencoba mendekat, tepatnya di areal atau akses jalan keluar Presiden.

Sampailah Pdt yang hobi main alat musik ini di dekat pintu keluar dan berada dibarisan ketiga pada saati itu bisa berada lebih dekat di akses jalan keluar memanfaatkan suasana yang mulai 'gaduh' karena orang-orang yang tidak mau beri jalan, sehingga Paspampres harus bertindak ekstra.

Baca: Tempat Suci yang Dikunjungi Nabi Saat Isra Miraj: Baitul Maqdis, Betlehem hingga Masjidil Haram

"Nah, moment itu langsung dimanfaatkan. Berkenal body atau badan yang ramping tidak gendut, saya menyisip hingga bisa lebih dekat dengan Presiden dan karena kemurahan momen presiden lewat sudah didepat mata langsung meminta foto selfie. 'pak Dhe bolang foto, dan langsung pak Dhe bilang Ayoo mana hp nya dan langsung dipegang beliu' dan terjadi Selfie antara saya dengan beliau," cerita Pdt Andre dengan milik dan raut wajah riang gembira dan bersyukur.

Dimata Pdt Andre sosok Jokowi adalah pemimpin yang sederhana, rendah hati, kaya ide, kekinian dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, merupakan anugerah bagi bangsa. Kondisi itu mendorong banyak orang bangga memiliki Presiden seperti Jokowi dan rindu, senang ketika bisa foto bersama.

"Awalnya, saat pak Presiden Jokowi datang sempat bersalaman namun terasa tidak puas karena tidak ada foto. So, kenapa tidak lanjutkan satu kali lagi untuk Indonesia yang semakin baik, maju dan sejahtera," tandasnya.(crz)

Baca: Ini Lokasi dan Barang Bukti Aksi Jay di Bitung, Minut dan Manado

Baca: BPN Minsel Jawab Keluhan Warga Soal Pengurusan Prona

Baca: Tengok Tradisi Rajaban di Cirebon, Ziarah ke Makam Dua Pangeran

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved