Jokowi Bidik 80 Persen Suara Sulut: Ajak Warga ke TPS untuk Nyoblos

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menargetkan menang 80 persen perolehan suara Pemilihan Presiden di Sulawesi Utara.

Jokowi Bidik 80 Persen Suara Sulut: Ajak Warga ke TPS untuk Nyoblos
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Presiden Joko Widodo mampir di Jalan roda (Jarod) Kota Manado, Sulawesi Utara ( Sulut) pada Minggu (31/3/2019) malam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menargetkan menang 80 persen perolehan suara Pemilihan Presiden di Sulawesi Utara. Artinya Tim Kampanye Daerah (TKD) Sulut minimal harus mengamankan 1.534.339 suara dari total 1.917.999 pemilih pada Pilpres 17 April 2019.

Capres 01 tak banyak bicara soal pilpres ketika kunjungan kerja Presiden di Sulut. Ia hanya meminta warga jangan golput. Tapi, ia akhirnya angkat bicara juga setelah didesak wartawan yang bertanya soal target kemenangan Jokowi di Provinsi Sulut.

"Target di Sulut, kita perkirakan di atas 80 persen, ini pakai hitun-hitungan realistis pakai kalkukasi," ujarnya, Senin (1/4/2019). Setelah itu, Jokowi tak lagi meladeni pertanyaan soal pilpres, satu pertanyaan soal capres 02 Prabowo Subianto marahi penonton di acara debat keempat tak direspon.
Presiden mengingatkan warga Sulut pemilu tinggal dua pekan lagi. "Nanti 17 April, hari Rabu, marilah ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), ajak teman, saudara, kawan,. Gunakan hak pilih Anda," kata dia.

Biaya pileg dan pilpres itu, kata Jokowi, mahal. "Triliunan (rupiah), hak pilih menentukan arah negara ke depan seperti apa," kata dia. Jangan sampai hari libur 17 April, malah liburan. Usai pemilu masih ada libur panjang. "Hari Rabu libur, masuk Jumatnya, Jumat Agung. Sabtu libur, Minggunya Paskah. Hati-hati tolong diingatkan jemaat kita tidak libur di hari Rabu," kata dia.

Boleh saja libur, tapi kata Jokowi nyoblos dulu. "Rabu libur, nyoblos dulu, jam 8, jam 9 datang ke TPS. Jam 10 mau liburan terserah," ujar Presiden. Satu suara, kata Jokowi, sangat penting untuk arah ke depan Indonesia.

Jokowi menghadiri acara penutupan Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) ke-X Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Minggu (31/3/2019) malam. Dari Manado, Presiden akan mengadakan kunjungan ke Sentani, Papua, menemui korban banjir.
Presiden angkat bicara soal fitnah ke dirinya ketika hadir pada KGM PGI di Hotel Sutanraja, Minahasa Utara. Fitnah dimaksud satu di antaranya dituding antek asing.

"Nuduh lagi Presiden Jokowi itu antek asing. Antek asing saya ngak ngerti. Apa sih maksdunya? Saya diam empat setengah tahun difintah, saya ngomong sekarang," kata dia di hadapan para pendeta pemimpin gereja se-Indonesia.

Jokowi mengatakan, antek asing tak mungkin mengembalikan aset negara dikelola sendiri oleh perusahan negara.
Pertama, Blok Mahakam. "Blok Mahakam, blok besar kita miliki awalnya dikelola Jepang dan Prancis, sudah 50 tahun, 2015 kita ambil berikan ke Pertamina 100 persen," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Kedua, Blok Rokam. "Namanya Blok Rokan, blok migas ini dikelola Chevron Amerika 90 tahun, 2018 pertengahan dimanfaatkan 100 persen oleh Pertamina," ujar mantan Wali Kota Solo ini. Ketiga, Freeport. "Dikelola Freport McMoran Amerika sudah 40 tahun," kata pria pernah usaha mebel ini.

Ia mengatakan, Indoneaia cuma dapat 9 persen saham. "Yang dulu-dulu tidak pernah dituding antek asing," ungkap ayah dari Gibran, Kahiyang dan Kaesang ini. Pada 2018, Indonesia sudah miliki mayoritas saham Freeport 51,2 persen. "Yang dituduh antek asing saya, kok di balik-balik gini, tapi sudah saja jawab diam itu,” katanya. Sudah redah isu fitnah antek asing, muncul lagi tenaga kerja asing.

TKA itu, dijelaskan Jokowi, hanya 0,03 persen dari jumlah penduduk. Bandingkan dengan Malaysia 5,4 persen, Singapura 24 persen, Uni Emirat Arab 80 persen. "Ngak ramai, nggak ribut," ujar dia. Jokowi mengeluhkan, semua isu di Indonesia dijadikan isu politik.

"Harus kita mulai benahi dan perbaiki. Sedih kita melihat cara berpolitik seperti ini. Kita perhatikan tata krama, etika, sopan santun. Tugas kita ingatkan mana benar dan mana tidak benar," ungkapnya. (ryo)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved