Tak Dapat Izin dari Pabrik, 10 Siswa Tak Ikut Ujian Nasional 

Sebanyak 10 siswa SMA terbuka di SMAN 6 Garut tak bisa mengikuti UNBK hari pertama karena terganjal oleh izin dari tempat kerjanya.

Tribun Timur
Ilustrasi UNBK 

TRIBUNAMANADO.CO.ID - Sebanyak 10 siswa SMA terbuka di SMAN 6 Garut tak bisa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) hari pertama karena terganjal oleh izin dari tempat kerjanya.

Pihak sekolah pun akan melaporkan data siswa yang tidak mengikuti UN di hari pertama ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

"Siswa SMA terbuka yang mengikuti ujian ada 101, 10 tidak hadir," jelas Kepala SMAN 6 Garut, Sumpena Permana saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/4/2019).

Sumpena menyampaikan, pihaknya memang belum menerima laporan resmi alasan dari tidak hadirnya 10 siswa SMA terbuka yang akan mengikuti UN.

Namun, kebanyakan dari mereka saat ini sudah bekerja dan tidak mendapat ijin dari perusahaannya untuk mengikuti ujian.

"Yang tidak hadir karena tidak bisa meninggalkan pekerjaan di pabrik, nanti akan didata yang alasannya karena bekerja akan dilaporkan kepada KCD (Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat) dan akan diurus KCD," katanya.

Siswa yang tidak bisa mengikuti UN saat ini, menurut Sumpena, masih memiliki kesempatan mengikuti ujian susulan yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 15 hingga 16 April 2019.

Sumpena mengatakan, sekolahnya memang saat ini menjadi induk dari SMA terbuka yang menggelar kegiatan belaja dan mengajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kegiatan belajar mengajar sendiri biasanya dilakukan pada hari Sabtu-Minggu, atau terkadang lebih dari dua hari.

"Kebanyakan memang siswanya anak putus sekolah, tapi usianya di luar siswa sekolah paket C, ada batasan umur maksimal 21 tahun," katanya.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved