Siksa Anak demi Kesuksesan Saluran YouTube, Ibu Ini Ngaku Tak Bersalah

Hobson mengurung anak-anak di lemari selama berhari-hari tanpa makanan, air, atau akses ke kamar mandi.

Siksa Anak demi Kesuksesan Saluran YouTube, Ibu Ini Ngaku Tak Bersalah
kompas.com
Cuplikan video di saluran YouTube Fantastic Adventures. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang perempuan di Arizona, AS, yang memiliki saluran YouTube populer mengaku tidak bersalah telah melakukan penyiksaanterhadap 7 anak angkatnya.

Juru bicara Kejaksaan Pinal County, Christy Wilcox, mengatakan Machelle Hobson tetap dalam tahanan meski telah mengajukan pembelaan terhadap pada 24 tudingan kekerasan pada anak.

Tudingan tersebut termasuk penculikan. Hobson dituduh menggunakan semprotan merica pada alat kelamin anaknya, memakai pemantik atau pistol setrum untuk menyiksa korban, dan menyebabkan mereka menderita kekurangan gizi.

Diwartakan ABC News, pihak berwenang sebelumnya mengatakan Hobson mengurung anak-anak di lemari selama berhari-hari tanpa makanan, air, atau akses ke kamar mandi.

Sejak kasus ini terungkap, YouTube segera menghentikan saluran Hobson, yang menampilkan anak-anak tersebut.

Pada sidang Jumat lalu, laporan pajak pada 2018 menunjukkan Hobson menghasilkan sekitar 300.000 dollar atau sekitar Rp 4,2 miliar. Rekeningnya pun dibekukan.

"Kami percaya uang itu hasil keuntungan tidak sah dari perusahaan ilegal, kekerasan anak," kata Jaksa Kent Volkmer.

 

Polisi mengatakan anak-anak itu keluar dari sekolah sehingga mereka dapat terus syuting seri video.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika anak perempuan biologis Hobson, yang sudah dewasa, melaporkan polisi tentang kekerasan tersebut.

Departemen Keselamatan Anak Arizona kemudian mendatangi rumah dan memindahkan anak-anak. Polisi mengatakan, anak-anak tersebut tampak pucat, kurus, dan kantong mata mereka besar.

Salah satu anak mengatakan kepada petugas bahwa mereka telah disemprot dengan merica beberapa kali sebagai hukuman oleh ibu mereka. Sementara yang lain mengalami kekerasan fisik.

"Saya bisa dipukul dengan gantungan baju atau ikat pinggang, atau sikat, atau disemprot merica dari ujung rambut sampai ujung kaki," kata anak itu.

Hobson dan dua putranya yang sudah dewasa ditangkap.

Putranya, Logan dan Ryan Hackney, dituduh gagal melaporkan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Tidak ada dakwaan formal yang diajukan terhadap keduanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ibu di AS Mengaku Tak Bersalah Menyiksa Anak yang Populer di YouTube"

Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved