Mengenal Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia dan Kendala yang Dihadapi

Kata “tsunami” berasal dari dua suku kata bahasa Jepang, yaitu “tsu” yang artinya pelabuhan dan “nami” yang artinya gelombang.

Mengenal Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia dan Kendala yang Dihadapi
natgeo.imgix.net
ILUSTRASI tsunami 

Mengenal Sistem Peringatan Dini Tsunami di Indonesia dan Kendala yang Dihadapi

 TRIBUNMANADO.CO.ID -  Istilah tsunami merujuk pada peristiwa bencana alam berupa terjangan gelombang laut dengan kecepatan tinggi akibat perubahan bentuk (deformasi) di dasar laut.

Kata “tsunami” berasal dari dua suku kata bahasa Jepang, yaitu “tsu” yang artinya pelabuhan dan “nami” yang artinya gelombang.

Dari kedua kata tersebut dapat diartikan secara bebas sebagai gelombang yang menerjang pelabuhan atau daratan.

Istilah ini sudah dikenal di Jepang dari sekitar tahun 1600-an, namun masyarakat dunia baru mengenal istilah ini setelah peristiwa bencana tsunami di Sanriku, Jepang pada tahun 1896.

Banyak media massa internasional yang memberitakan peristiwa ini menggunakan istilah tsunami yang kita kenal hingga sekarang.

Sebagai bencana yang mematikan, tsunami menjadi ancaman nyata bagi manusia.

Dengan kecepatan sekitar 50 km/jam saat menerjang pantai, banyak manusia yang tidak bisa lolos dari amukan tsunami.

Tidak hanya manusia, bangunan-bangunan di sepanjang pantai pun akan ikut terbawa karena kecepatan tersebut menyebabkan air laut memiliki cukup energi untuk mendorong bangunan-bangunan yang tidak cukup kuat strukturnya.

Banyak korban meninggal akibat tekanan dari runtuhan bangunan yang ikut terbawa tsunami.

Halaman
1234
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved