News

Benarkah Brunei Darussalam Segera Terapkan Hukuman Mati Pelaku LGBT? Ini Infonya

Sebelumnya, Brunei telah memiliki hukuman untuk pelaku homoseksual berupa penjara hingga 10 tahun.

Benarkah Brunei Darussalam Segera Terapkan Hukuman Mati Pelaku LGBT? Ini Infonya
Serambinews
Sultan Brunei Darussalam 

Penerapan hukum pidana Syariat Islam yang mencakup hukuman rajam hingga mati bagi pelaku zina dan hubungan seks sesama jenis di Brunei Darussalam telah memicu reaksi aktivis HAM dunia. Di tengah penentangan itu, Aceh menyatkan dukungannya.

Dukungan dari Aceh disuarakan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab Lem Faisal yang dimintai tanggapannya, Minggu (31/3).

“Jadi kita umat Islam di mana pun berhak menjalankan ajaran agama kita dan tidak perlu menghiraukan kecaman atau protes-protes pihak luar. Kita di Aceh sangat mendukung diterapkannya syariat Islam yang akan dijalankan oleh Kesultanan Brunei Darussalam ini,” kata Lem Faisal.

Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar ini mengatakan, Brunei Darussalam tak perlu goyah dan harus tetap istiqamah dalam menjalankan penerapan hukum syariat Islam.

Menurut Lem Faisal, apa yang dilakukan oleh Kesultanan Brunei Darussalam adalah bagian dari kebebasan beragama. “Karena menurut saya, itu bagian dari kebebasan beragama. Kita bebas menjalankan ajaran agama kita, Islam,” tandasnya.

Dunia luar, katanya tak perlu sibuk mengurus penerapan hukum syariat Islam di mana pun, termasuk di Aceh. Tak sepatutnya mereka mengecam, pasalnya masyarakat Brunei Darussalam saja tidak mempersoalkan hal itu. “Sekarang coba lihat, masyarakat di Brunei apa ada protes, tidak ada, mereka menerima saja penerapan tersebut. Jadi kenapa dunia sibuk dengan itu,” demikian Lem Faisal. 

Tautan: http://aceh.tribunnews.com/2019/04/01/pelaku-lgbt-dihukum-mati?page=all

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved