Pendidikan

Sering Diliburkan, SD di Pulau Tapile Pesisir Siau Minim Guru dan Ruang Kelas

Pemerataan pendidikan rupanya belum dinikmati seluruh daerah di Kabupaten Kepulauan Sitaro, masih ada sekolah yang kekurangan tenaga pengajar

tribunmanado.co.id/Alpen Martinus
Proses belajar mengejar di sekolah SD GMIST Ichtus Tapile 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO- Pemerataan pendidikan rupanya belum dinikmati seluruh daerah di Kabupaten Kepulauan Sitaro, masih ada sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.

Di SD GMIST Ichtus Tapile misalnya, satu sekolah dengan siswa 17 orang ini hanya ditangani oleh dua orang guru.

Satu sebagai kepala sekolah, dan satu tenaga kontrak yang merangkap sebagai Opera sekolah."Satu lagi tenaga honorer, namun lulusan SMA tapi mau mengajar," jelas Lotje Darome Kepsek SD GMIST Ichtus Tapile, Minggu (31/3).

Ia sudah 10 tahun menjadi kepala sekolah yang terletak di pinggir pantai tersebut, dan merupakan satu-satunya ASN di sekolah tersebut.

"Kami ada enam kelas, namun biasanya saya pegang tiga kelas, honorer pegang 2 kelas, dan tenaga kontrak 1 kelas, sekaligis orpeator sekolah," jelas dia.

Ia mengatakan, memang tenaga pengajar masih sangat minim di sekolah mereka tersebut.

"Kami tidak bisa laksanakan kurikulum K13 lantaran guru kita cuma dua, sementara untuk program tersebut satu kelas harus ada satu guru," jelasnya.

Tidak hanya itu saja, perlengkapan semisal perpustakaan dan ruang guru belum ada, bahkan rumah guru juga belum ada.

"Kami hanya ada enam ruangan, dua ruangan kami pakai untuk perpustakaan dan ruang guru," katanya.

Di SD tersebut ada 17 siswa dengan rincian kelas 1 ada 2 siswa, kelas II 3 siswa, kelas III 1 siswa, kelas IV 3 siswa, kelas V 5 siswa, dan kelas VI 3 siswa.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Rizali Posumah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved