Berita Kotamobagu

Bila Ngamen Lagi, Anak Jalanan di Kotamobagu Akan Ditindak Sesuai Perda

Personel Sat Pol PP Kota Kotamobagu menemui sejumlah anak jalanan di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Bila Ngamen Lagi, Anak Jalanan di Kotamobagu Akan Ditindak Sesuai Perda
ISTIMEWA
Bila Ngamen Lagi, Anak Jalanan di Kotamobagu Akan Ditindak Sesuai Perda 

Bila Ngamen Lagi, Anak Jalanan di Kotamobagu Akan Ditindak Sesuai Perda

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Personel Sat Pol PP Kota Kotamobagu menemui sejumlah anak jalanan di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.

"Kita temui tadi malam dan berikan sosialisasi mengenai ketertiban umum kepada anak jalanan," ujar Bambang Dachlan Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Umum Dinas Sat Pol PP dan Damkar Kotamobagu kepada Tribun Manado, Minggu (31/03/2019).

Bambang mengatakan anak jalanan yang ditemui tersebut biasa mangkal di samping Bank Mandiri. Akan tetapi mereka mengamen di seluruh rumah makan yang ada.

"Lebih sering di area pasar jajan dan sepanjang Jalan Ahmad Yani dan Jalan Adampe Dolot," ujar Bambang.

Bambang mengatakan ada delapan orang anak jalanan yang ditemui. Setelah ditanyai, mereka mengaku berasal dari Kelurahan Gogagoman.

"Kita memberikan penyampaian kepada mereka terkait Perda Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Bahwa di Kotamobagu di larang mengamen," ujar Bambang.

Saat ini kata Bambang masih tahapan penyampaian. Apabila masih ditemukan lagi maka akan diberikan sanksi sesuai perda yang berlaku.

"Ancaman hukuman tiga bulan penjara paling lama dan denda paling banyak Rp 5 juta. Sesuai Perda Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Perda sudah jelas, kalau masih di temukan akan di tindak sesuai perda," ujar dia.

Kata Bambang akan diberlakukan sesuai perda jika anak jalanan tersebut berasal dari Kotamobagu atau Bolmong raya.

"Kalau berasal dari luar daerah BMR maka kita lakukan pembinaan keagamaan selama tiga hari baru kita pulangkan ke kampung halaman," ujar Bambang.

Bambang menambahkan sebelumnya juga sudah pernah ada anak jalanan yang ditindak. "Ada yang berasal dari Maros dan Makassar. Mereka kita bina selama tiga hari baru kita pulangkan ke kampung halamannya," ujar dia.

(Tribunmanado.co.id/Handhika Dawangi)

BERITA POPULER:

Baca: 5 Fakta Jadwal Kedatangan Jokowi ke Manado: Lewat Terminal Penumpang hingga Hormati Minggu Sengsara

Baca: Kancil Ciduk Istri Berbuat Dosa dengan Pria Lain, Emosi Cemburu Buta di Kebun Karet

Baca: Detik-detik Pasangan Gay Meraung-raung Kena Gancet, Videonya Viral

TONTON JUGA:

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved