Begini Penjelasan BPN soal Komitmen Prabowo-Sandiaga Menjaga dan Merawat Pancasila

Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan, Prabowo-Sandiaga berkomitmen merawat Pancasila.

Begini Penjelasan BPN soal Komitmen Prabowo-Sandiaga Menjaga dan Merawat Pancasila
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan penjelasan saat debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan, Prabowo-Sandiaga berkomitmen merawat Pancasila.

BPN menepis berbagai tuduhan bahwa Prabowo-Sandiaga membela kelompok khilafah dan akan mengubah Pancasila jika terpilih pada Pilpres 2019.

"Yang jelas komitmen kami itu adalah menjaga Pancasila, merawat Pancasila. Artinya kami enggak mau ada tragedi seperti tragedi pemberontakan PKI yang berusaha mengganti Pancasila dan sebagainya," kata Dahnil kepada Kompas.com, Minggu (31/3/2019).

Menurut Dahnil, apabila ada simpatisan organisasi terlarang yang sudah dibubarkan dan mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga, hal itu sah-sah saja.

Sebab, pada era demokrasi, siapa pun dinilainya berhak mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

"Sama dengan mantan simpatisan PKI, pengurus PKI mendukung Pak Jokowi, Anda mau larang? Intinya begitu, siapa pun dalam era demokrasi mereka punya hak pilih, silakan saja," kata dia. 
Meski mereka berhak mendukung, Dahnil menegaskan, Prabowo-Sandiaga berkomitmen menjaga Pancasila. Menurut Dahnil, tuduhan seperti Prabowo membela khilafah dan akan mengubah Pancasila jika terpilih adalah fitnah.

"Ya, isu itu namanya peyoratif (merendahkan atau menghina) sekali terhadap Pak Prabowo. Bahkan, bertentangan dengan fakta," kata Dahnil.

Ia juga menegaskan, Prabowo merupakan mantan prajurit TNI yang sudah bersumpah untuk merawat Pancasila. Bahkan, kata Dahnil, Pancasila sudah dianggap Prabowo sebagai bagian dari nyawanya di medan perang.

"Jadi tuduhan itu peyoratif, fitnah yang bertentangan dengan fakta," kata dia.

Ia menyayangkan tuduhan seperti itu dilakukan. Sebab, Prabowo dan Sandiaga dinilainya tak pernah menuduh Jokowi-Ma'ruf dengan pola tudingan seperti itu.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved