Sulawesi Relatif Aman, Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Terancam Krisis Air 2045

Wilayah Jawa, hingga saat ini sudah mendekati kritis. Sedangkan wilayah Nusa Tenggara masih lebih baik dari Jawa.

Sulawesi Relatif Aman, Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Terancam Krisis Air 2045
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
FOTO DOKUMEN. Warga Bolmong antre demi dapat jatah air bersih. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengatakan, wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, terancam mengalami krisis air bersih pada 2045 .

Hal itu disampaikan Bambang, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Forum Pimpinan Daerah dalam Musrembang NTT yang dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, serta sejumlah bupati di NTT di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (29/3/2019)

Bambang mengatakan, untuk wilayah Jawa, hingga saat ini sudah mendekati kritis. Sedangkan wilayah Nusa Tenggara yaitu Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, masih lebih baik sedikit dari Jawa, tapi tidak dalam kondisi aman.

Sementara wilayah lainnya di Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, kondisi air bersihnya relatif lebih aman.

"Hanya Jawa dan Nusa Tenggara yang punya masalah dengan air. Tahun 2045 mendatang, jika kita tidak melakukan apa,-apa dan kalau kita tetap tidak peduli dengan kualitas air, tentu kita akan mengalami krisis air," tegas Bambang.

Kualitas air yang buruk di wilayah tersebut kata Bambang, akibat warga mengonsumsi air yang berasal dari sumur.

Bambang pun mengambil contoh, saat dirinya berkunjung ke Kabupaten Lembata, Kamis (28/3/2019).

Saat itu ia menemukan warga di wilayah itu kesulitan air bersih. Banyak warga yang menderita penyakit ginjal, akibat mengonsumsi air yang tidak bersih.

"Tingginya angka kematian akibat sakit ginjal di Kabupaten Lembata cukup tinggi. Kenapa bisa terjadi, karena air itu diambil dari sumur dan tidak ada yang mengecek kualitasnya air yang akan dikonsumsi. Akibatnya ginjal pun rusak," ucapnya.

Bambang mengatakan, salama ini orang hanya bicara tentang ketahanan pangan dan energi, tanpa berbicara banyak tentang air. Padahal air ini sangat penting bagi manusia.

Tanpa air lanjut dia, manusia tidak bisa hidup. Air ini sebut dia, seolah-olah barang penting yang dilupakan. Atau diasumsikan barang penting yang tak pernah bermasalah.

Karena itu kata Bambang, Pulau Jawa dan Nusa Tenggara harus diberikan perhatian ekstra terhadap masalah air.

"Ketahanan air di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara harus diperhatikan khusus," ujarnya.

Editor: Edi Sukasah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved