Mahkamah Konstitusi Keluarkan Keputusan Baru Soal Pemilu, Berikut Penjelasan Ferry Liando

Mahkamah Konstitusi Keluarkan Keputusan Baru Soal Pemilu, Berikut Penjelasan Pakar Pemilu Sulut.

Mahkamah Konstitusi Keluarkan Keputusan Baru Soal Pemilu, Berikut Penjelasan Ferry Liando
Tribun Manado/Ryo Noor
Ferry Liando 

Putusan kedua. Menurut UU pemilu bahwa batas pelayanan pemilih pindahan adalah 30 hari sebelum pencoblosan.

Baca: Kebanggan Nia Ramadhani Pada Mikhayla yang Mewakili Jakarta dalam Ajang Lomba Gymnastic di Bangkok

Namun MK memberikan kelonggaran 7 hari sebelum pencoblosan terutama bagi pemilih yang sakit, tahanan dan korban bencana alam.

"Putusan ini kemungkinan terjadinya penumpukan pemilih pada TPS tertentu sehingga amat Sulit bagi membuat estimasi jumlah pemilih dalam setiap TPS," sebut akademisi Unsrat ini.

Terakhir, putusan 3. UU pemilu menyebutkan bahwa penghitungan suara harus selesai pada hari pemungutan suara.

Jika mengikuti norma ini, maka amat sulit bagi Kelompok Panitia Pemungutan Suaea

Simulasi pencoblosan di Minahasa minggu lalu, pemungutan suara selesai pada pukul 23.00 dengan jumlah pemilih sekitar 120 orang.

"Kalau dalam TPS ada 300 pemilih maka amat sulit selesai pada pukul 24.00.
Hal ini terjadi karena surat suara mengalami ketambahan menjadi 5 lembar," ungkap dia.

Semoga putusan MK ini kata Ferry menjadikan sejumlah masalah krusial yg sempat mengkhawatirkan bisa terpecahkan.

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved