Mengenal Night Eating Syndrome, Tak Lapar di Siang Hari Tapi Makan Banyak di Malam Hari

Jika Anda lebih suka makan di malam hari dan dengan porsi yang cukup banyak di waktu tersebut, bisa jadi Anda mengalami yang namanya Night Eating Syn

Mengenal Night Eating Syndrome, Tak Lapar di Siang Hari Tapi Makan Banyak di Malam Hari
dreams.co.uk
makan sebelum tidur 
Mengenal Night Eating Syndrome, Tak Lapar di Siang Hari Tapi Makan Banyak di Malam Hari

TRIBUNMAMADO.CO.ID,MANADO- Jika Anda lebih suka makan di malam hari dan dengan porsi yang cukup banyak di waktu tersebut, bisa jadi Anda mengalami yang namanya Night Eating Syndrome (NES).

NES merupakan gangguan makan yang ditandai dengan kebiasaan makan tengah malam.

Gangguan ini bisa menyerang pria ataupun wanita.

 Berbeda dengan binge eating disorder yang cenderung makan porsi besar dalam satu waktu, orang dengan NES mengonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering, terutama di malam hari. 

Orang yang memiliki NES tidak merasa lapar saat pagi dan siang hari, tetapi keinginan untuk makan saat malam justru sangat besar.

Penderita NES juga seringkali merasa kesulitan tidur, karena hormon melatonin atau hormon pemicu kantuknya lebih rendah dibanding orang lain.

Beberapa faktor pemicu NES adalah masalah masalah pola tidur, perubahan hormon, riwayat obesitas, depresi, gangguan kecemasan, penyalahgunaan obat-obatan dan faktor genetik.

Baca: (VIDEO) SADIS! Hanya Karena Hal Ini, Seorang Suami Tega Menggunduli dan Menelanjangi Istrinya 

Baca: Manfaat Teh untuk Perawatan Muka, Salah Satunya Mampu Mengurangi Peradangan

Kelebihan asupan akibat makan di malam hari yang didukung dengan kurangnya aktivitas tubuh, dapat meningkatkan risiko kegemukan atau meningkatkan berat badan.

Saat Anda terkena obesitas atau kelebihan berat badan, maka Anda dengan mudah dapat terserang penyakit lainnya seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

NES bisa diobati melalui beberapa cara seperti menggunakan obat anti depresan untuk memperbaiki pola makan dan mood.

Cara lainnya adalah dengan melakukan terapi perilaku kognitif (CBT), konseling gizi, atau fisiologi olahraga seperti terapi perilaku dialktik (DBT) atau terapi interpersonal (TI).

 

(Nationalgeographic.co.id/Nathania Kinanti)

Artikel ini telah tayang di Nationalgeographic.co.id dengan judul Night Eating Syndrome, Ketika Selera Makan Lebih Tinggi Saat Malam Hari Dibanding Siang.

Editor: Chintya Rantung
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved