HAM

Hasil Investigasi Nduga Selama Operasi Militer: Rumah Warga Dibakar hingga Hilangnya Pendeta Geyimin

Selain itu, sejumlah rumah ibadah dikatakan dirusak, beserta rumah penduduk, puskesmas, yang dibakar aparat.

Hasil Investigasi Nduga Selama Operasi Militer: Rumah Warga Dibakar hingga Hilangnya Pendeta Geyimin
ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra/aww.(Iwan Adisaputra)
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). 

Akses pendidikan untuk anak-anak juga menjadi terganggu akibat operasi aparat mengejar KKB.

"Beberapa sekolah terpaksa tidak beroperasi sementara karena terdampak peristiwa pembantaian pekerja Istaka hingga sampai operasi militer, serta kontak senjata antara OPM dan militer," ujarnya.

Bagi anak-anak yang mengungsi ke daerah Wamena, telah terdapat sekitar 13 kelas untuk mengakomodir 697 siswa dari tingkat SD hingga SMA. Jumlah tersebut diprediksi masih akan meningkat.

Kegiatan belajar mengajar dikatakan Theo telah berlangsung sejak Januari 2019 hingga saat ini.

Tak cukup sampai di situ, Tim investigasi juga menemukan korban masyarakat sipil yang meninggal dan luka-luka.

"Tim juga telah menemukan korban dari masyarakat sipil di beberapa kampung, di antaranya dua anak sekolah yang ditembak di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, dan beberapa warga sipil yang ditembak lalu menderita hingga meninggal dunia," tutur Theo.

Lalu, ada pula orang yang disebutkan Theo hilang, yaitu Pendeta Geyimin Nirigi. Meski pihak TNI menyebutkan pendeta tersebut masih hidup, tim investigasi belum mempercayai informasi itu.

Selain itu, sebanyak 34 gereja ditutup dan dirusak aparat. Salah satu gereja, diungkapkan Theo, digunakan sebagai markas TNI.

Bangunan lainnya seperti rumah penduduk dan puskesmas, ikut rusak karena menurut tim investigasi dibakar aparat.

Anggota Tim Investigasi 098 Theo Hasegem
Anggota Tim Investigasi Theo Hasegem (tengah) saat konferensi pers di kantor Amnesty International Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019).

Pemerintah Diminta Bantu Masyarakat yang Terdampak Akibat Operasi Pengejaran KKB

Halaman
1234
Editor: Rizali Posumah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved