Mahkamah Konstitusi Putuskan Waktu Penghitungan Suara Cukup 12 Jam

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan waktu penghitungan suara cukup diberikan paling lama 12 (dua belas) jam.

Mahkamah Konstitusi Putuskan Waktu Penghitungan Suara Cukup 12 Jam
KOMPAS.com/FACHRI FACHRUDIN
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat. Gambari diambil pada Selasa (10/10/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan waktu penghitungan suara cukup diberikan paling lama 12 (dua belas) jam.

Dengan waktu tersebut, dalam batas penalaran yang wajar, sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan potensi tidak selesainya proses penghitungan suara di TPS atau TPSLN.

Ketua MK, Anwar Usman, dalam putusannya menyatakan frasa 'hanya dilakukan dan selesai di TPS/TPSLN yang bersangkutan pada hari pemungutan suara' dalam Pasal 383 ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.

"Dam tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai "hanya dilakukan dan selesai di TPS/TPSLN yang bersangkutan pada hari pemungutan suara dan dalam hal penghitungan suara belum selesai dapat diperpanjang tanpa jeda paling lama 12 (dua belas) jam sejak berakhirnya hari pemungutan suara," katanya.

Baca: Bocah 11 Tahun Masukkan Puluhan Bola Magnet dalam Alat Kelaminnya hingga Susah Kencing

Dalam dalilnya, para pemohon mendalilkan ihwal batas waktu penghitungan suara harus selesai pada hari pemungutan suara sebagaimana diatur dalam Pasal 383 ayat (2) UU Pemilu berpotensi tidak terpenuhi dalam penyelenggaraan pemilu serentak.

Sehingga, dapat menimbulkan masalah dan komplikasi hukum yang dapat menyebabkan dipersoalkannya keabsahan Pemilu 2019.

Menurut Mahkamah, perpanjangan jangka waktu penghitungan suara hanya dapat dilakukan sepanjang proses penghitungan dilakukan secara tidak terputus hingga paling lama 12 jam sejak berakhirnya hari pemungutan suara di TPS/TPSLN.

Perpanjangan hingga paling lama 12 jam sejak berakhirnya hari pemungutan suara di TPS/TPSLN, yaitu pukul 24.00 waktu setempat, merupakan waktu yang masuk akal, jika waktu tersebut diperpanjang lebih lama lagi justru akan dapat menimbulkan masalah lain di tingkat KPPS.

Baca: Foto Pelaku Pembuhuhan dan Pemerkosaan Melinda Zidemi Beredar, Motifnya Balas Dendam

Baca: Jubir 02 Dahnil Anzar Ungkit Janji Kita Rakyat Bersabar, Jokowi Akan Lawan Fitnah tentang Dirinya

Mahkamah berpendapat, sebagian dalil para pemohon sepanjang menyangkut pembatasan waktu penghitungan suara di TPS/TPSLN sebagaimana diatur Pasal 383 ayat (2) UU Pemilu cukup beralasan.

Hanya saja, untuk mengurangi segala kemungkinan risiko, terutama risiko kecurangan, lama perpanjangan waktu penghitungan suara cukup diberikan paling lama 12 jam.

Dengan waktu tersebut, dalam batas penalaran yang wajar, sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan potensi tidak selesainya proses penghitungan suara di TPS/TPSLN pada hari pemungutan suara.

Dengan dimaknainya Pasal 383 ayat (2) UU Pemilu sebagaimana dinyatakan di atas, maka semua norma yang memuat batas waktu yang terkait atas terdampak dengan penambahan waktu 12 jam tersebut harus pula disesuaikan dengan penambahan waktu dimaksud.

TONTON JUGA:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul MK Putuskan Waktu Penghitungan Suara di TPS atau TPSLN Selama 12 Jam

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved