Bulog Jamin Jatah Beras Sulawesi Utara Aman hingga Setahun Kedepan

Menurut Kepala Badan Usaha Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Sulut Gorontalo, Sopran Kenedi, stok beras Bulog yang ada saat ini mencapai 28 ribu

Bulog Jamin Jatah Beras Sulawesi Utara Aman hingga Setahun Kedepan
Bulog.co.id
Beras Bulog 

Bulog Jamin Jatah Beras Sulawesi Utara Aman hingga Setahun Kedepan

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Stok beras Sulawesi Utara aman hingga setahun kedepan.

Menurut Kepala Badan Usaha Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Sulut Gorontalo, Sopran Kenedi, stok beras Bulog yang ada saat ini mencapai 28 ribu ton.

Baca: Ingin Balas Dendam Pada Mantan? Jangan Buang Waktumu Ladies, Buat Mereka Menyesal dengan Prestasi

Baca: Kecamatan Dumoga Timur-Dumoga Induk Menang Melalui Drama Adu Penalti

"Stok dinamis. Ada masuk ada keluar tapi untuk saat itu 28 ribu ton bisa hingga 12 bulan kedepan. Taruh-lah sebulan 2.200 kilogram kebutuhan, tak akan habis," ujar Sopran kepada Tribun Manado, Rabu (27/3/2019).

Menurutnya, stok yang ada bakalan bertambah 1.000 ton jatah untuk beras bansos rastra Kepulauan Nusa Utara. "Tambahan itu akan dikapalkan ke Sangihe," ujar Sopran.

Puluhan ton beras Bulog itu berada di sejumlah gudang yang tersebar di sejumlah wilayah Sulawesi Utara. Selain Manado, ada di Bitung, Tahuna, Melonguane dan Kotamobagu.

Baca: Video Pesawat Boeing 737 Mengalami Kerusakan Mesin Saat Terbang

Baca: Mahasiswa Minta Datangkan Tulus, Rektor UNY Susun Kelas Penonton Berdasarkan IPK

Bulog menerapkan sistem first in first out dalam manajemen penyimpanan berasnya. "Mana yang duluan masuk itu yang keluar duluan agar kualitas terjaga," katanya.

Beras Bulog tersebut terdiri dari beras untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diperuntukkan bagi penerima bantuan di kota, Bansos Beras Sejahtera (Rastra).

 Baca: Dandrem Serahkan Naskah Berita Acara Pekerjaan TMMD ke-104

Baca: Pdt Henriette Bahas Kejadian yang Dialami Calon Pendeta Pada KGM PGI

"Termasuk pula Cadangan Beras Pemerintah (CBP) milik kabupaten kota yang bisa diambil ketika ada bencana," ujar Sopran.

Jatah CBP sebanyak 100 ton per kabupaten/kota per tahun. Sedangkan CBP Pemprov Sulut 200 ton per tahun.

"CBP bisa dipakai ketika terjadi krisis pangan, bencana alam. Bisa dikeluarkan atas permintaan kepala daerah," ujar Kenedi.(ndo)

Baca: Cari Tahu Efek Sinar UV Terhadap Kulit Kita, Terlihat Tak Berpengaruh Namun Mengancam

Baca: Dandrem Serahkan Naskah Berita Acara Pekerjaan TMMD ke-104

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved