BKSDA Sulut : Pengangkutan Satwa Antar Daerah Harus Ada Surat

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulut mengharapkan masyarakat untuk mengikuti aturan perundangan yang berlaku tentang perlindungan satwa liar

BKSDA Sulut : Pengangkutan Satwa Antar Daerah Harus Ada Surat
IST
Pengangkutan satwa antar daerah harus ada surat 

BKSDA Sulut : Pengangkutan Satwa Antar Daerah Harus Ada Surat

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara mengharapkan masyarakat untuk mengikuti aturan perundangan yang berlaku tentang perlindungan satwa liar.

"Jika ingin memelihara harus berkoordinasi dengan BKSDA Sulut untuk mengurus perizinan," ujar Hendrik Rundengan, Sekretaris Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara, Kamis (28/3/2019).

Baca: Sebanyak 966 Guru di Minahasa Terima SK Bupati

Baca: Sambil Malu Jawab Pertanyaan Melaney, Vila Rp 3M Jadi Bukti Cinta Hotman Paris untuk Meriam Bellina

Untuk pengangkutan satwa antar daerah atau provinsi wajib dilengkapi dokumen surat angkut tumbuhan san satwa liar dalam negeri. Juga untuk mengeluarkan satwa liar atau tumbahan liar harus memiliki kuota pada provinsi tersebut. "Jika tidak ada maka satwa atau tumbuhan tersebut tidak bisa keluar daerah tersebut," jelasnya.

Sebelumnya Tim Resmob Sat Reskrim Polres Bitung berhasil mengamankan dua tersangka tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Baca: Bos Facebook Indonesia Mengundurkan Diri

Baca: 6 Fakta Pelaku Pembunuhan Melinda, Ciri-ciri Pelaku hingga Dugaan Pihak Polisi

Dari keduanya didapati satu ekor burung kakatua jambul kuning, tujuh ekor burung kakatua jambul merah, satu ekor burung nuri kepala hitam, dan satu ekor jenis burung kasturi ternate. Kemudian empat ekor burung nuri diamankan dari tangan tersangka lainnya, sehingga total menjadi 14 ekor.

Burung-burung tersebut, sebelum dilepaskan ke habitatnya kembali diserahkan ke Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki, yang terletak di jalan Raya Tanjung Merah, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

"Terhadap kedua tersangka ini terjerat pasal 40 ayat 2, Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya," ujar Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Edy Kusniadi. (fin)

Baca: Surya Paloh: Bisa Raih Target 2 Kursi di DPR RI Asal Bisa Lakukan Formula Ini

Baca: Bhayangkari Sulut Gelar Lomba Stand Up Comedy

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved