Sulawesi Utara

Balai Arkeologi Teliti 16 Situs di Talaud

Hasil penelitian di Talaud, Sulut, dari 25 situs yang diteliti, terdapat 16 situs yang terindikasi mempunyai nilai warisan peninggalan.

Balai Arkeologi Teliti 16 Situs di Talaud
TRIBUN MANADO/DEDY MANLESU
Balai Arkeologi Teliti 16 Situs di Talaud 

Balai Arkeolog Teliti 16 Situs di Talaud

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hasil penelitian di Talaud, Sulawesi Utara (Sulut), dari 25 situs yang diteliti, terdapat 16 situs yang terindikasi mempunyai nilai warisan peninggalan.

Hal itu diutarakan Peneliti Balai Arkeologi Sulut Dra Ipak Fahrani.

Dia menambahkan, situs ini diperkirakan peninggalan budaya Austronesia, dimana ada delapan gua atau ceruk yang diidentifikasikan situs yang pernah menjadi hunian baik sebagai persinggahan atau bahkan tempat menetap.

"Ada delapan yang kami identifikasi sebagai tempat hunian, baik sebagai persinggahan maupun menjadi tempat tinggal," ungkapnya setelah menyampaikan hasil penelitian, pada saat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi Tahun 2019 dan Persiapan Pelaksanaan Program Tahun 2019 Balai Arkeologi Sulut, di Mercure Hotel, Minahasa, Sulut, Kamis (28/03/2019).

Tambahnya, delapan situs lainnya adalah pekuburan, karena adanya peninggalan bekal kubur.

Fahrani juga mengatakan, situs yang tidak teridentifikasi merupakan gua dan ceruk yang terbentuk secara alami, namun tidak teridentifikasi sebagai budaya peninggalan.

Tambahnya, penelitian terkait peninggalan Austronesia ini, dilakukan selama 5 tahun.

"Tahun 2018 kemarin saya menghasilkan jejak-jejak aktual di Karakelang, 2019 ini kami mencoba ke pulau Salaibabu dan Kabarua, kami mencari data-data adanya aktivitas masa lampau dari para bangsa Austronesia ini yang masuk ke Talaud, dan 2020 kami akan coba masuk ke Minahasa daa bolmong," ungkapnya.

Hasil dari penelitian ini, kata Fahrani, akan mencoba membuat buka jalur penyebaran budaya penutur Austronesia.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved