Balai Arkeologi Gelar Evaluasi Hasil Penelitian

Kepala Pusat Arkeologi Nasional, I Made Geria, mengatakan hari ini kita mengevaluasi hasil riset Arkeologi, Balai Arkeologi Manado

Balai Arkeologi Gelar Evaluasi Hasil Penelitian
tribun manado/dedy manlesu
Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi Tahun 2019 dan persiapan Pelaksanaan Program Tahun 2019 Balai Arkeolog Sulawesi Utara 

Balai Arkeologi Gelar Evaluasi Hasil Penelitian

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepala Pusat Arkeologi Nasional, I Made Geria, mengatakan hari ini kita mengevaluasi hasil riset Arkeologi, Balai Arkeologi Manado.

"yang perlu ditekankan disini evaluasi hasil kinerja apakah sudah sesuai dengan renstra kebijakan nasional yang ditempuh Arkenas dan Balai terkait Kebinekaan kemaritiman dan daerah perbatasan," kata Geria, saat di temui Tribunmanado.co.id, sesaat setelah menjadi narasumber pada Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi Tahun 2019 Dan Persiapan Pelaksanaan Program Tahun 2019 Balai Arkeolog Sulawesi Utara.

Baca: Ingin Balas Dendam Pada Mantan? Jangan Buang Waktumu Ladies, Buat Mereka Menyesal dengan Prestasi

Baca: Konfrensi Gereja dan Masyarakat PGI di Sulut Bahas 4 Isu Pokok

Kegiatan ini digelar, pada Kamis (28/3/2019) di Mercure Hotel, Tateli Minahasa.

Lanjutnya, Hasil arkeologi ini nantinya akan direkomendasikan untuk kepentingan secara nasional nantinya.

"Nantinya akan direkomendasikan untuk kepentingan secara nasional," ujarnya.

Baca: Terancam Hukuman 30 Tahun, Pria ini Tipu Facebook dan Google, Uang 121 Juta Dollar AS Digasak

Baca: Banyak Diprotes dan Dikecam, PUBG Berlakukan Aturan Main Hanya 6 Jam Sehari

Geria juga mengatakan, Balai arkeologi diharapkan dimana penelitiannya secara Standar biaya Keluarannya, menghasilkan output berupa jurnal, buku pengayaan, dan rekomendasi kebijakan

" yang diperlukan pemerintah tidak hanya sebagai keperluan sicientifik atau akademisi semata, tapi juga kepentingan nasional dan mendukung nilai-nilai budaya dan di informasikan kepada masyarakat," jelasnya.

Lanjutnya, Arkenas memiliki program Rumah Peradabatan, dimana program ini untuk membumikan hasil riset kepada masyarakat agar mereka mengetahui budaya mereka.

"Budaya adalah aset yang penting untuk masyarakat bukan hanya untuk kebanggan dan penguatan karakter, tapi bisa jadi juga untuk destinasi turis, untuk pembelajaran dan sebagainya," ungkapnya.

Tambahnya, Arkenas telah merekomendasikan 60 situs baru untuk dilestarikan.

"Kami merekomendasikan 60 situa baru untuk dilestarikan, untuk itulab kami membuat rumab peradaban, agar masyarakat kenal dengan budayanya sehingga dia bangga," ujarnya.

Baca: Banyak Diprotes dan Dikecam, PUBG Berlakukan Aturan Main Hanya 6 Jam Sehari

Pemerintah pusat sekarang sudah mulai mensuport biaya penelitian kita, dan Sulawesi merupaka bagi kami adalah kawasan strategis karena adanya daerah perbatasan.

"Penelitian kita juga adalah riset perbatasan, tujuannya untuk membuat harmoni daerah perbatasan, mengethaui sejarah hunian masyarakat, termasuk budaya mereka, secara geopolitik kita ingin meguatkan keindonesiaan kita," ujarnya.

Baca: BPBD Bolsel Masuk Sekolah, Sosialisasi Terkait Upaya Pengurangan Bencana

Baca: Ingin Balas Dendam Pada Mantan? Jangan Buang Waktumu Ladies, Buat Mereka Menyesal dengan Prestasi

Baca: Diduga Over Dosis Suntik Diri Sendiri, Perawat ini Tewas di Rumah Sakit, Ini Penjelasannya!

Penulis:
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved