TKN Tuding Prabowo Kurang Membaca Data Hingga Menyebut Papua Kurang Dapat Perhatian Pemerintah

Arsul Sani menilai Calon Presiden Prabowo Subianto kurang membaca data karena menyebut Papua kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

TKN Tuding Prabowo Kurang Membaca Data Hingga Menyebut Papua Kurang Dapat Perhatian Pemerintah
antara
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukung saat akan menyampaikan pidato kebangsaan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1/2019). Prabowo-Sandiaga menyampaikan pidato kebangsaan dengan tema "Indonesia Menang" yang merupakan tagline visi dan misinya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Maruf Amin, Arsul Sani menilai Calon Presiden Prabowo Subianto kurang membaca data karena menyebut Papua kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

"Saya kira Pak Prabowo kurang data kalau mengatakan demikian karena kalau kita lihat Papua misalnya kita lihat sesuatu yang pada masa-masa pemerintahan sebelumnya tidak ada kan sekarang ada, yang landmark jelas adalah jalan trans papua itu," kata Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (26/3/2019).

Belum lagi menurut Arsul Sani, turunnya sejumlah harga kebutuhan, setelah terbangunnya jalur distribusi di Papua.

Di antaranya harga semen yang dulunya 800 ribu per sak sekarang menjadi 400 ribu per sak. Belum lagi kebijakan BBM satu harga.

"Siapapun yang dulu ke Papua sebelum diintroduksi BBM itu satu harga, kalau musim kering, musim baguslah ya, itu bisa 40, 60 ribu. tapi begitu musim hujan kan 60 sampai 80 ribu per liter, sekarang berbeda," katanya.

Apabila kemudian muncul kritikan bahwa pembangunan tersebut efeknya belum terasa, menurut Arsul karena masih berproses.

"Contoh, jalan jadi, masih sepi kan, karena tidak begitu jalan jadi kemudian katakannlah pengusaha distribusi itu akan kemudian beli truk dan akan langsung seperti itu. pasti ada waktu lah," katanya.

Sama halnya menurut Arsul Sani, kritik terhadap kereta bandara yang disebut masih sepi.

Hal tersebut masih wajar karena kereta bandara masih baru.

"Sama dengan tol lah, iya masih sepi. tapi nanti kan kita lihat ada gak efeknya setelah 2-3 tahun, ada atau tidak perubahannya, ini yang harus dilihat," pungkasnya.

Prabowo menyebut ‎Papua belum mendapatkan perhatian dari pemerintah. Ia berjanji bila terpilih nanti, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua.

Tautan Awal: http://www.tribunnews.com/pilpres-2019/2019/03/26/kubu-jokowi-nilai-prabowo-kurang-data-saat-sebut-papua-kurang-diperhatikan-pemerintah

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved