Pariwisata Merambah ke Digital, Menpar Arief Yahya: Itu Sebuah Keniscayaan

Pariwisata Merambah ke Digital, Menpar Arief Yahya: Itu Sebuah Keniscayaan.

Pariwisata Merambah ke Digital, Menpar Arief Yahya: Itu Sebuah Keniscayaan
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya memberikan kuliah umum di Universitas Klabat, Rabu (27/3/2019) dengan Digital and Millenials Tourism. 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Menteri Pariwisata RI Arief Yahya memberikan kuliah umum di Universitas Klabat, Rabu (27/3/2019) dengan Digital and Millenials Tourism.

Yahya menjelaskan kenapa pariwisata harus merambah ke dunia digital, karena itu adalah sebuah keniscayaan. Di era teknologi saat ini, 70 persen warga telah merambah dunia digital.

"Siapa yang tak pakai Google di sini? Jangan persulit diri sendiri kalau tak pakai Google san kawanannya. Zaman sekarang kalau tak memahami digital company, tak terlalu aneh, tapi berbahaya. Kalau tak pakai digital, itu orang aneh," katanya di depan ribuan mahasiswa Universitas Klabat.

Baca: Seorang Profesor Harus Bayar Rp 1,3 Miliar lantaran Mahasiswanya Bunuh Diri

Baca: Dikabarkan Hamil Anak ke-4, Kate Middleton Tepis Rumor & Bicara Soal Kekhawatiran Pangeran William

Baca: Hari Kedua Latihan di Batam, Ini Menu Latihan yang Diberikan Radovic untuk Persib Bandung

Saat ini Kementerian Pariwisata RI menggunakan 70 persen anggaran untuk promosi di media digital. Sebab saat ini gaya hidup masyarakat telah berubah. "Kan aneh kalau masyarakat pakai digital dan kami masih pakai manual. Dunia digital berbicara soal efektif," katanya.

Saat ini Kemenpar RI telah membangun 54 destinasi digital.

Kemenpar pun mengadakan lomba untuk milenial dengah hadiah ratusan juta. Yahya pun memberi kesempatan kepada Universitas Klabat untuk membangun satu destinasi digital.

Dunia digital ini pun erat dengan kaum milenial. Yahya mengacu dari analisa kunjungan wisatawan didominasi oleh kamu milenial.

Menurutnya, untuk menjangkau wisatawan milenial harus dengan milenial.

Yahya lantas menampilkan vidio pariwisata yang sangat milenial berjudul The Cheapest Paradise.

Dalam vidio ini seorang perempuan bule membuat vidio tentang Bali dengan kemasan santai, ringan dan tentu sangat milenial.

"Ini produksi anak milenial," katanya.

Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved