News

Fadli Zon: Golput Itu Diimbau Tapi Kalau Dibilang Haram Akan Bikin Kontroversi Baru

Menyikapi fatwa MUI soal golput, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan fatwa haram tersebut akan menimbulkan kontroversi baru.

Tribun Jateng
Fadli Zon Diwawancarai 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menyikapi  fatwa MUI soal golput, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan fatwa haram tersebut akan menimbulkan kontroversi baru.

"Saya kira kalau Golput itu harus diimbau tapi kalau dibilang haram itu nanti akan bikin kontroversi baru," ujar Fadli Zon.

Fadli Zon yang juga menjabat Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mengimbau kepada MUI untuk tidak mengeluarkan fatwa yang ujung-ujungnya tidak akan dipatuhi. MUI cukup mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, bukan dengan fatwa.

Baca: Alasan Natasya Wilona Putuskan Verrell Bramasta Ternyata Tergoda Lamborghini, Simak Selengkapnya

Baca: 10 Fakta Pendeta Melinda Zidemi Diperkosa & Dibunuh: Kronologi hingga Teman Korban Berhasil Selamat

Baca: Detik-detik Pendeta Melinda Zidemi Dibunuh, Diungkap Bocah 9 Tahun, Ini Kronologinya

"Jangan kemudian membuat fatwa yang nanti orang tidak akan mengikuti. Saya yakin kita harus mengimbau lah, mengajak, memberikan satu kesadaran kepada masyarakat untuk menggunakan hak," katanya.

Apalagi menurut Fadli Zon berdasarkan aturan konstitusi Indonesia, memberikan suara dalam pemilu bukan merupakan kewajiban, melainkan hak. Sehingga pendekatan yang dilakukan adalah dengan memberikan imbauan agar masyarakat dengan sadar datang ke TPS.

"Kita mengimbaulah kita juga mengimbau semua masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka datang ke TPS dengan kesadaran mereka tanpa intimidasi, tanpa paksaan dan saya kira itulah yang kita harapkan di negara demokrasi ini," katanya.

Calon wakil presiden nomor urut 01 KH. Ma'ruf Amin menegaskan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal golput haram sudah dikeluarkan sejak 2014. Kiai Ma'ruf, yang merupakan Ketua MUI menerangkan soal fatwa MUI terkait golput itu haram. Kiai Ma'ruf berujar, fatwa itu sudah dikeluarkan sejak lama, dari hasil ijtima ulama. Yang berlaku juga pada pemilihan presiden 2014.

"Supaya jangan membuang suara. Fatwa itu dimunculkan lagi karena ada isu kelompok tertentu mencoba mempengaruhi (untuk tak hadir ke TPS)," ujar Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf menerangkan, fatwa golput haram diputuskan bukan karena Pilpres 2019. Sebab, sudah melalui kesepakatan di komisi fatwa MUI. "Sudah diluncurkan di forum namanya Itjima Ulama, yang dihadiri oleh seluruh komisi fatwa se-Indonesia," imbuh Kiai Ma'ruf.

Fatwa golput haram lahir karena ingin semua orang bisa ikut bertanggung jawab di Pilpres. Jangan karena rasa marah, kemudian tak memilih. "Supaya bangsa ini jangan kemudian-kemudian ada kemarahan, kejengkelan, ketidakpercayaan, kemudian tidak memberikan partisipasinya dalam membangun bangsa ini," kata Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf mengatakan, adapun keuntungan ini untuk negara bangsa sendiri. Agar sistem pemerintahan semakin kuat. "Tentu keuntungan untuk negara bangsa. Artinya ketika golput itu semakin sedikit itu, kepercayaan kepada sistem pemerintahan kita ada," tutur Kiai Ma'ruf.

Tautan: http://jateng.tribunnews.com/2019/03/27/soal-fatwa-mui-golput-haram-fadli-zon-khawatir-ada-kontroversi

Editor:
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved