Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demi Kesuksesan Saluran YouTube, Seorang Ibu Siksa Anak Angkat

Salah satu anak mengatakan kepada petugas bahwa mereka telah disemprot dengan merica beberapa kali sebagai hukuman oleh ibu mereka.

Tayang:
Editor:
NET
Ilustrasi Penyiksaan Anak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Saluran Fantastic Adventures di YouTube yang berisi kegiatan tujuh anak adopsi telah berhasil memukau penonton.

Bahkan, videonya bisa ditonton hingga 250 juta kali. Namun di balik layar, anak-anak lucu nan menggemaskan tersebut memiliki cerita yang berbeda.

Diwartakan CNN, pemeriksaan kesejahteraan AS pada pekan lalu menemukan telah terjadi kekerasan pada anak-anak di saluran Fantastic Adventures.

Kasus ini terungkap pada 13 Maret lalu ketika seorang perempuan mendatangi kantor polisi dan melaporkan bahwa adik-adiknya telah disiksa.

Ketika sampai di sebuah rumah di Maricopa, Arizona, polisi menemukan seorang anak di dalam lemari dengan memakai popok tanpa baju.

Polisi mengatakan, anak-anak tersebut tampak pucat, kurus, dan kantong mata mereka besar.

Salah satu anak mengatakan kepada petugas bahwa mereka telah disemprot dengan merica beberapa kali sebagai hukuman oleh ibu mereka.

Sementara yang lain mengalami kekerasan fisik."Saya bisa dipukul dengan gantungan baju atau ikat pinggang, atau sikat, atau disemprot merica dari ujung rambut sampai ujung kaki," kata anak itu.

Dalam temuan polisi, ibu mereka, Machelle Hobson, diketahui tidak akan memberikan makanan dan air bahkan selama berhari-hari.

Selain disemprot merica, mereka juga dipaksa mandi es dan dikunci di lemari.

Pihak berwenang menambahkan, tindakan kekerasan semacam itu diterapkan apabila anak-anak lupa dengan dialog atau tidak mengikuti arahan.

Melansir ABC News, Rabu (27/3/2019), Hobson kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Perempuan berusia 48 tahun itu didakwa dengan 30 tuduhan dugaan kekerasan.

Kantor Kejaksaan Wilayah Pinal, Arizona, menyebutkan, tuduhan tersebut termasuk penculikan, penyiksaan, dan kejahatan yang berbahaya untuk anak-anak.

Dia dituding melakukan penculikan lima dari 7 anak angkatnya. Dua dari anak yang diadopsi Hobson diketahui berusia tiga tahun.

Sejak kasus ini mencuat, YouTube telah menghapus saluran yang dioperasikan Hobson.

Polisi juga mengungkapkan, perempuan yang melaporkan kasus penyiksaan ini adalah putri kandung Hobson.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Populer di YouTube, Anak-anak Ini Justru Dapat Siksaan dari Ibu Angkat", https://internasional.kompas.com/read/2019/03/27/15211571/populer-di-youtube-anak-anak-ini-justru-dapat-siksaan-dari-ibu-angkat.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved