Pangdam Tinjau Lokasi TMMD ke 104 di Kabupaten Sigi Sulteng

Program ini masing-masing melibatkan 150 personel yang terdiri dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri serta anggota masyarakat.

Pangdam Tinjau Lokasi TMMD ke 104 di Kabupaten Sigi Sulteng
Istimewa
Program Bakti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 TA 2019 di wilayah Kodam XIII/Merdeka dilaksanakan di dua wilayah, yaitu di Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Program Bakti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 TA 2019 di wilayah Kodam XIII/Merdeka dilaksanakan di dua wilayah, yaitu di Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.

Program ini masing-masing melibatkan 150 personel yang terdiri dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri serta anggota masyarakat.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritoang menjelaskan bahwa Pelaksanaan TMMD ke-104 di wilayah Kodam XIII/Merdeka dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda karakteristik.

Pertama di pulau terpencil dan terluar beranda terdepan NKRI tepatnya Desa Rusoh Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara, kemudian yang kedua di lokasi bencana alam tepatnya di Desa Bakubakulu Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.

Pangdam menjelaskan tentang sasaran program TMMD ke-104 di dua lokasi tersebut, diantaranya sasaran fisik berupa pembukaan badan jalan sepanjang 11,158 km, pembuatan empat unit jembatan ukuran 5 x 4 m, pemasangan bronjong sebagai penopang dan pengaman masing-masing jembatan serta pembangunan kantor tiga pilar Desa.

Sedangkan sasaran non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat terutama dibidang belanegara dalam membentuk ketahanan wilayah.

"Sasaran fisik selain membuka jalan dan membuat jembatan, kita juga membuat kantor tiga pilar desa yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai kantor Kepala Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas. Kemudian sasaran non fisiknya memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat diantaranya penyuluhan belanegara," tutur Pangdam melalui rilis Kapendam XIII/Mdk Kolonel Kav M Jaelani‎, Selasa (26/3/2019).

Baca: Kapolsek dan Danramil Kotamobagu Satu Panggung Pimpin Gelar Pasukan

Baca: Kapolres Bitung Pimpin Analisa dan Evaluasi Mingguan

Baca: Marco Simic Rindu Persija, Dia Juga Dikabarkan Melakukan Pelecehan Seksual

Pada kesempatan yang sama Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M. Jaelani menyampaikan bahwa ada beberapa prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD, mereka termasuk korban bencana Gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang terjadi di Kabupaten sigi beberapa bulan yang lalu, namun prajurit tersebut walaupun telah kehilangan rumahnya tertelan bumi karena bencana likuifaksi, mereka tetap mendahulukan tugas Negara sebagai Satgas TMMD guna membantu kesulilitan masyarakat disekelilingnya dibanding dengan kesulitan diri dan keluarganya.

"Ada tiga prajurit Kodim 1306/Donggala, yaitu Danramil 1306-02/Biromaru Kapten Inf Hanafi, Pelda Rahman dan Serka Taufik, mereka adalah korban bencana yang kehilangan rumahnya karena dampak dari bencana gempabumi, sunami dan likuifaksi yang terjadi beberapa bulan yang lalu di Palu, Sigi dan Donggala.

Mereka bertiga lebih menahulukan kesulitan rakyat binaannya disbandingkan dirinya yang seharusnya mereka juga perlu bantuan, saya sangat bangga dengan mereka," jelas Kapendam.

TMMD ke 104 akan ditutup secara serentak diseluruh Indonesia pada tanggal 27 Maret 2019 dengan mencapai hasil 100% sesuai rencana, baik sasaran fisik maupun non fisik. Pihak dan semua berharap semoga operasi bakti yang dilakukan TNI ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya yang berada di daerah pedesaan.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved