(VIDEO) - Ikan Purba Langka Panjang 1,8 Meter, Terdampar di Pantai

Sejumlah foto yang menampilkan seekkor ikan berukuran besar viral di media sosial.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah foto yang menampilkan seekkor ikan berukuran besar viral di media sosial.

Dikutip dari BBC, ikan berbentuk unik tersebut ditemukan terdampar di pesisir Taman Nasional Coorong, sekitar 80 kilometer sebelah selatan kota Adelaide, Australia.

Ikan berukuran panjang 1,8 meter dan pertama kali ditemukan sekelompok nelayan.

Para nelayan awalnya mengira bahwa ikan tersebut adalah potongan kayu.

Demikian dijelaskan Linette Grzelak yang mengunggah foto ikan itu ke Facebook.

"Saya pikir ikan ini tidak nyata setelah saya mencari ikan matahari (sunfish)di Google," ujar Linette kepada BBC.

Baca: Jokowi Kampanye Lewat Hologram: Siasati Jadwal Padat, Unggul di Survei

Kekasih Linette, Steven Jones yang adalah seorang nelayan sudah menduga "benda" itu adalah seekor ikan tetapi belum pernah melihatnya

"Dia mengatakan, ikan itu amat berat dan kulitnya kasar, seperti kulit badak," kata Linette.

Sunfish di Indonesia sering disebut dengan nama ikan Mola-mola atau ikan Matahari.

Mola-mola merupakan salah satu ikan purba yang masih hidup dan kini telah dilindungi oleh pemerintah Indonesia maupun dunia. 

Mola-mola hidup di tempat yang sebagian besar banyak terdapat ubur-ubur, karena ubur-ubur merupakan makanan untuk mereka.

Baca: Sidang Ratna Sarumpaet, JPU Siapkan 6 Saksi dan Alat Bukti, Perkuat Dakwaan

Baca: Sandiaga Sebut, Kemenangan Pilpres Sudah Terasa saat Kampanye Terbuka di Jakarta

Mola-mola bergerak sangat lamban dan sebagian ahli menggolongkan ikan ini ke dalam jenis plankton karena cara berenang ikan ini yang tidak bisa melawan arus dan cenderung terbawa arus.

Ikan matahari cenderung tidak berbahaya bagi manusia tetapi pada beberapa kasus, ikan matahari bisa menyebabkan kapal tenggelam.

Pasalnya gerak Mola-mola lambat sehingga tidak bisa menghindar ketika ada kapal dan menyebabkan terjadinya tabrakan. 

Ikan langka ini menjadi perburuan para penyelam dan photographer dari seluruh dunia.

Beruntung, Indonesia tepatnya di Bali menjadi siklus penampakan jenis ikan ini.

Ikan ini muncul di tempat yang sama setiap bulan Juli-September di sekitar Nusa Penida atau kadang Topekong, hingga Candi Dasa.

 

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved