Wanita, Anak-anak dan Lansia Susah Keluar Kota yang Hancur

Konvoi arak-arakan manusia itu tampak menyedihkan. Kiri kanan sepanjang jalan sempit berbatu dan berdebu, dipenuhi sampah.

Wanita, Anak-anak dan Lansia Susah Keluar Kota yang Hancur
Tribunnews.com
ISIS Dinyatakan Kalah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BAGHOUZ - Konvoi arak-arakan manusia itu tampak menyedihkan. Kiri kanan sepanjang jalan sempit berbatu dan berdebu, dipenuhi sampah. Tentara Syrian Democratic Forces/Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di bawah komando suku Kurdi dan didukung pasukan Amerika Serikat --mengawasi evakuasi ini.

Botol-botol minum, jerigen, tas plastik, stroller, kursi roda, selimut tebal, koper-koper besar, berserakan tak ada yang mempedulikan. Truk-truk dump besar menurunkan ratusan penumpang dari arah Kota Baghouz.

Mereka terdiri kaum perempuan terbungkus kain serba hitam dari ujung kepala hingga kaki. Selebihnya anak-anak dan manusia lanjut usia. Sebagian lagi pria-pria muda dan dewasa dalam kondisi luka dan sakit-sakitan.

Dalam rekaman video yang dipublikasikan televisi, Kurdi, Rudaw, France24, Russia Today, SkyNews, rombongan itu bagian penduduk dan petempur kekhalifahan ISIS yang keluar dari Baghouz, basis terakhir mereka di Suriah.

Suasana evakuasi wanita, anak-anak, lansia dan yang luka-luka dari kota Baghouz, Suriah. Mereka harus mendaki bukit guna mencapai titik kumpul yang dikontrol pasukan Kurdistan

Pria-pria petempur ISIS yang memutuskan keluar dari Baghouz, rata-rata terlihat pucat, kurus, pakaian compang-camping, rambut panjang kumal berdebu. Tatapan mata mereka sayu, terlihat sangat letih.

Mereka yang terluka semuanya dalam kondisi sangat mengenaskan. Ada yang kakinya diamputasi membusuk, luka-luka bekas pertempuran di organ tubuh mereka tidak mendapat penanganan medis layak.

Suasana ini mewarnai koridor aman sangat sempit yang dibuat Pasukan Demokratik Suriah dari arah Baghouz di bagian timur Suriah. Wilayah ini terletak di sebelah barat Sungai Eufrat, sekaligus batas wilayah Suriah dan Irak.

Koridor itu mentok di lereng bukit Baghouz, yang di atasnya berkumpul pasukan SDF. Dari puncak bukit itu semua pergerakan di area bawahnya bisa diamati. Rombongan penduduk ISIS yang ambruk itu dipaksa mendaki lereng.

Kaum perempuan yang tidak didampingi laki-laki, harus menggendong dan membimbing anak-anaknya. Beban bawaan mereka harus dikurangi, dan itulah yang membuat kiri kanan jalan ada begitu banyak selimut, tas, koper ditinggalkan.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved