Wacana Fatwa Haram PUBG, MUI Singgung Lagi Soal Smack Down yang Pernah Makan Korban

Terutama bagi mereka pecinta game PUBG yang mempertanyakan wacana fatwa haram tersebut.

Wacana Fatwa Haram PUBG, MUI Singgung Lagi Soal Smack Down yang Pernah Makan Korban
kolase/net
wacana fatwa haram MUI terkait game Player Unknown's Battleground ( PUBG ) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Wacana fatwa haram game online Player Unknown's Battleground ( PUBG ) oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) menimbulkan polemik di berbagai kalangan.

Terutama bagi mereka pecinta game PUBG yang mempertanyakan wacana fatwa haram tersebut.

Pertimbangan ini sendiri muncul setelah PUBG dianggap menjadi permainan yang menginspirasi para pelaku terorisme untuk melancarkan aksi penembakan brutal terhadap jemaah-jemaah 2 masjid kota Christchurch, Selandia Baru pekan lalu.

Dalam tayangan Metro Hari Ini di Metro TV, Asrorun Niam mengatakan pihaknya tak menutup mata atas adanya spekulasi soal aksi terorisme di New Zealand dipicu oleh game seperti PUBG.

Menurutnya, permainan sejenis PUBG bisa menjadi stimulasi untuk orang melakukan tindak kejahatan.

"Tapi kita tak bisa serta merta kemudian melakukan judgment bahwa tindakan keji yang dilakukan di New Zealand swmata disebabkan game dan tontonan," ucapnya.

Ia melanjutkan, MUI melakukan inisiasi segera untuk melakukan pengkajian secara konperhensif mengenai perkembangan teknologi informasi.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam angkat bicara soal wacana fatwa haram PUBG
Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam angkat bicara soal wacana fatwa haram PUBG (Repro tayangan Metro TV)

Salah satunya mengkaji mengenai game seperti PUBG dan melihat dampaknya bagi masyarakat.

Menurutnya, kajian ini tak hanya pada fokus PUBG semata.

Baca: BERITA TERBARU! Jadwal India Open 2019, Inilah Sederet Pebulutangkis Indonesia yang Ikut

Baca: Wanita Asal Tomohon Berjaket Prabowo-SandiagaTewas Tertabrak Sepeda Motor

Baca: Bentuk Matamu Bisa Ungkapkan Kepribadian dan Karakter Aslimu, Simak Selengkapnya

Namun, dengan adanya polemik yang berkembang saat ini bisa menjadi momentum unuk melakukaan evaluasi dan kajian atas permainan yang berpotensi merusak.

Halaman
1234
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved