(VIDEO) - Teroris Asal Mesir Ditangkap Seusai Nikahi Janda Berumur 54 Tahun

Seorang teroris asal Mesir ditangkap oleh Polisi Antiteror Malaysia pada Sabtu (2/2/2019) lalu.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang teroris asal Mesir ditangkap oleh Polisi Antiteror Malaysia pada Sabtu (2/2/2019) lalu.

Selain itu, pihak kepolisian juga menangkap dua warga Malaysia dari kelompok tersebut yang diduga membantu pelarian pelaku.

Ansar Al-Shariah Al-Tunisia adalah kelompok yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal 38 orang di Tunisia.

Dikutip dari Straitstimes, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohamad Fuzi Harun mengatakan bahwa berbagai kelompok teror melihat Malaysia sebagai tempat yang aman untuk bersembunyi dan merencanakan serangan mereka berikutnya.

"Tiga suspek - seorang lelaki dan wanita Malaysia, bersama seorang lelaki Mesir - ditangkap di Serian, Sarawak, kerana menyembunyikan sosok anggota Ansar al-Shariah al-Tunisia yang transit di Malaysia," kata Fuzi.

Kelompok tersebut ditangkap karena tidak hanya melindungi otak bom bunuh diri itu, tetapi mereka juga menyediakan pekerjaan serta tiket pesawat.

"Mereka melindungi mereka dan bertindak sebagai fasilitator dalam menyediakan penginapan, pekerjaan dan pembelian tiket penerbangan." ujarnya.

Modus mereka yakni menikahi wanita lokal, dalam kasus ini pria asal mesir tersebut menikahi seorang janda berusia 54 tahun.

Bahkan selama bersembunyi di Malaysia, pria tersebut berhasil membuka sebuah restoran di wilayah setempat.

“Divisi Anti Terorisme menemukan, para militan ini menikahi penduduk setempat sehingga mereka bisa mendapatkan visa pasangan. Mereka juga masuk ke Malaysia dengan dalih menjalankan bisnis dan untuk studi lebih lanjut,” jelasnya.

Sebelumnya petugas juga telah menangkap beberapa orang Mesir di Lembah Klang, Malaysia.

Mereka telah bekerja sebagai guru dan juga menyamar sebagai mahasiswa universitas setempat.

Di Malaysia, kasus-kasus semacam itu bukanlah hal baru bagi pihak kepolisian.

Sebuah sumber mengatakan kepada Daily Express, pada 1980-an, dua militan Indonesia datang ke Malaysia dengan alasan melarikan diri dari rezim negara mereka.

“Mereka diberi status Penduduk Permanen karena mereka mungkin dalam bahaya jika mereka dideportasi. Keduanya ternyata adalah Abu Bakar Basyir dan Abdullah Sungkar, yang merupakan pelopor kelompok teror Jemaah Islamiyah. Tidak hanya mereka bertahan di Malaysia, mereka memulai sekolah di Negri Sembilan dan Johor pada tahun 1985 di mana mereka merekrut banyak militan dari antara orang Malaysia untuk JI. Tetapi pihak berwenang berhasil menghentikannya,” ujarnya.(Tribun-Video/Alfin Wahyu Yulianto)

Baca: Fadli Zon: Partai Oposisi Pemerintah Tak Pernah Memfitnah dan Menyebarkan Hoaks tentang Jokowi

Baca: Ini Pesan Jokowi Kepada Pengguna MRT Jakarta yang Baru Diresmikan

Baca: Penampilan Agresif Pembalap Suzuki, Alex Rins Patut Diwaspadai pada Gelaran MotoGP 2019

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved