Ikut Misa di Paroki Keroit, Kapolda Beri Sumbangan Spontan untuk Pembangunan Gereja

Kapolda dan jajaran bersama DPP Ignatius menyumbang secara spontanitas untuk pembangunan gereja Keroit.

Ikut Misa di Paroki Keroit, Kapolda Beri Sumbangan Spontan untuk Pembangunan Gereja
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Kapolda Sulut saat melakukan misa di Paroki Keroit 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG-Kapolda Sulut Irjen (Pol) Remigius Sigid Tri Hardjanto mengikuti misa di Paroki Hati Kudus Yesus Keroit, Minggu (24/3/2019). Ia mengikuti misa perpaduan Misa Bahasa Indonesia dan Bahasa Latin.

Pemimpin misa yang juga dihadiri Dewan Pastoral Paroki (DPP) Ignatius itu ialah Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Keroit Pastor Joseph Ansow. Ansow membuka renungan dengan cerita tentang sopir dan tuannya yang meninggal karena kecelakaan.

"Sopir langsung diterima masuk surga karena banyak didoakan saat akan mengantar penumpangnya. Sementara sang tua belum diterima karena belum banyak berbuat baik," katanya.

Ia mengatakan pertobatan di masa Prapaskah bukan hanya bebas dari kesalahan, bebas dari dosa tapi juga bebas untuk perbuatan baik.

"Saya meminjam kata-kata uskup dalam surat puasa yaitu literasi. Kita diajak membaca peristiwa hari--hari dalam cahaya iman. Bacaan pertama soal itu juga menjawab pertanyaan mana lebe dulu ada orang beriman atau Kitab Suci," katanya.

Ia mengatakan Musa adalah pengembala domba dari suku nomaden. Musa mampu membaca kehadiran Allah dalam semak duri seperti pematung di Amerika Serikat yang mampu menghadirkan wajah presiden mereka sempurna dalam hasil karyanya.

Baca: Kapolda Sulut Remigius Sigid Tri Hardjanto Mengikuti Misa di Keroit

"Dalam keheningan ada sapaan Tuhan. Aku adalah aku, yahwe atau yehova Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub," katanya.

Musa katanya menemukan Tuhan dalam pekerjaan hari-hari juga dalam peristiwa pembebasan dari perbudakan masa kekafiran. Peristiwa ini disebut exodus atau exit dan mereka menemukan Tuhan dalam krisis pangan dan krisis lainnya.

"Pada bacaan kedua diceritakan tentang umat Korintus yang dibombardir oleh rupa-rupa gaya hidup, ilmu dan kepercayaan. Paulus justru meminta agar memaknai hidup harian dengan cahaya kristus yang bangkit. Yesus ialah Musa baru yang bukan melepaskan umat dari bukan hanya dari perbudakan jasmani, ada pembentukan komunitas, communio, corpus, corps di mana kristus sebagai kepalanya," katanya.

Ia mengatakan dalam bacaan Injil dikatakan ada orang yang datang menyudutkan orang yang bersalah. Seolah-olah bencana merupakan hasil kejahatan "Yesus justru dengan prihatin dengan mereka. Seperti Pohon Ara, ia memberi kesempatan bertumbuh artinya bertobat dalam doa," katanya.

Ia mengatakan artinya untuk umat ialah bercermin diri dalam hidup hari. Itu yang mau ditunjukkan Lukas dan Paulus.

"Ada cerita soal kaya raya yang membaca berita hoaks bahwa dirinya mati dan banyak yang mengkritiknya karena membuat dinamit. Ia membuat sebuah badan yang memberi penghargaan bagi pemberi perdamaian, ia Alfred Nobel dan ia membuat kebaikan seperti Mother Theresa," katanya.

Kapolda dan jajaran bersama DPP Ignatius menyumbang secara spontanitas untuk pembangunan gereja Keroit. (dma)

Berita Populer: Selain Kasatres Narkoba Kompol DH, Napi Raymond Waney Tuding Pejabat BNNP Sulut AKBP JT Terima Suap

Penulis: David_Manewus
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved