Kumandang Azan Pukul 13.30 Waktu Christchurch

Tepat pukul 13.30 waktu setempat, azan salat Jumat (22/3) berkumandang di lapangan Hagley Park, Christchurch, Selandia Baru.

Kumandang Azan Pukul 13.30 Waktu Christchurch
ISTIMEWA
Brenton Tarrant (28), pria asal Australia yang disebut sebagai pelaku penembakan brutal di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WELLINGTON - Tepat pukul 13.30 waktu setempat, azan salat Jumat (22/3) berkumandang di lapangan Hagley Park, Christchurch, Selandia Baru. Tak hanya itu, stasiun televisi TVNZ dan radio nasional RNZ ikut menyiarkan azan secara langsung ke seluruh pelosok Selandia Baru.

Ribuan jemaah salat Jumat hadir di seberang Masjid Al Noor, satu dari dua masjid yang menjadi sasaran serangan teroris pada pekan lalu. Mereka menghadiri peringatan sepekan peristiwa ini.

Azan pertama disusul mengheningkan cipta selama dua menit. Setelah itu masuk azan kedua sebelum Khatib Gamal Fouda berkhotbah. Dalam khotbahnya, Gamal Fouda menyatakan serangan teror telah menghancurkan hati umat Islam dan warga Selandia Baru secara umum.

"Hati kita hancur, tetapi kita tidak hancur. Kita hidup. Kita bersatu, kita bertekad tak membiarkan siapa pun memecah belah kita," kata imam Masjid Al Noor ini.

Gamal Fouda termasuk korban yang selamat dari penembakan yang dilakukan teroris asal Australia penganut supremasi kulit putih. Dia menyampaikan terima kasih kepada PM Ardern dan semua masyarakat Selandia Baru atas simpati dan kepedulian mereka terhadap umat Islam sejak kejadian itu.

"Terima kasih untuk tangisan, bunga, dan untuk tarian haka," ujarnya.

Di kota-kota Selandia Baru lain, seperti Auckland, Wellington, dan Nelson, pada waktu bersamaan juga berlangsung acara perkabungan yang digelar masyarakat setempat. Di lapangan Hagley Park di sekitar masjid Al Noor, warga setempat yang tak melaksanakan salat membentuk barisan, menjaga para jemaah salat Jumat.

Sejumlah stasiun televisi di Australia, termasuk ABC TV, turut menyiarkan azan dan khotbah shalat Jumat di Christchurch tersebut. Surat kabar setempat yang terbit Jumat (22/3) menampilkan halaman depan dalam satu kata bahasa Arab, Salaam, yang berarti damai.

Surat kabar The Press di halaman depan juga memuat nama-nama korban serangan teror. Seorang warga Christchurch, Lan Shepherd, kepada media setempat mengatakan datang ke salat Jumat tersebut untuk menunjukkan dukungannya kepada umat Islam.

"Kami turut merasakan penderitaan yang mereka alami," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved