Kematian Santo Sumampouw Terungkap dari Pacar Pelaku, AM dan ST Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Terungkapnya pelaku atas kematian Santo Antonius Sumampouw ini ternyata dari pacar salah satu pelaku berinisial ST.

Kematian Santo Sumampouw Terungkap dari Pacar Pelaku, AM dan ST Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Terungkapnya pelaku atas kematian Santo Antonius Sumampouw, warga Kelurahan Tataaran dua, lingkungan tiga ini ternyata dari pacar salah satu pelaku berinisial ST. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Terungkapnya pelaku atas kematian Santo Antonius Sumampouw, warga Kelurahan Tataaran dua, lingkungan tiga ini ternyata dari pacar salah satu pelaku berinisial ST.

Hal itu dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Mohammad Fadly dalam penyerahan Press Release kasus pembunuhan Pantai Kora-kora yang berlangsung di ruang rapat Mapolresta Minahasa, Jumat (22/3/2019).
Berdasarkan penjelasan Kasat Reskrim, awalnya Tim Buser Polres Minahasa melakukan penelusuran untuk mengumpulkan Baket di lokasi tempat ditemukan jenazah santo.

Baca: Presiden Turki Minta Pemerintah Selandia Baru Berikan Hukuman Mati kepada Mr.Tarrant atas Kasusnya

Baca: Dirumurkan Dekat dengan Ariel NOAH, Intip Profil Sere Kalina yang Profesinya Tak Disangka

Baca: JANGAN LEWATKAN! Ini Link Live Streaming Timnas U - 23 Thailand vs Timnas U - 23 Indonesia di Ponsel

"Dari situ kami langsung menghubungi teman-teman hingga kenalan korban. Awalnya kami kesulitan menanyai kenalan korban satu persatu, tapi ada dua kenalan (saksi) korban yang mengetahui identitas dari pelaku AM dan pacar dari pelaku ST," ungkap Kasat.

Mendapati informasi tersebut maka tim Reskrim Minahasa pun mencari tersangka AM di Kelurahan Tataaran Patar.

Setelah itu mendatangi pacar ST yang berinisial C di rumahnya yang berada di Kota Tomohon.

"Informasi dari kedua orang tersebut kami kumpulkan hingga berujung pada penangkapan pelaku utama yaitu ST," lanjut Kasat Reskrim.

Kini Aldy alias AM (18) dan Septian alias ST (18) sudah dinyatakan bersalah dengan tuduhan pembunuhan berencana.

AM dan ST dijerat Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau Pasal 56 ke-1 KUHP Juncto Pasal 340 KUHP Subsider Pasal 330 KUHP dengan ancaman kurungan 20 tahun atau maksimal penjara seumur hidup.

"Sedangkan untuk pacar ST yang berinisial C kami hanya jadikan sebagai saksi," lanjut AKP Mohammad Fadly.

Diketahui, Sebelumnya juga tersangka ST sudah pernah melakukan tindak kriminal yaitu penganiayaan dan pencurian.

"Nanti semua riwayat kriminal tersebut akan kami kumpulkan dan segera akan kami limpahkan ke kejaksaan. Tapi semua tergantung keputusan hakim apakah akan diberatkan atau bagaimana," tandas Fadly.

Tonton video di bawah inI!

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved