Pesawat Generasi Ke-4 Laris Manis

Boeing seri 737 MAX adalah generasi keempat Boeing. Seri Boeing 7373 MAX seperti MAX-7, MAX-8, dan MAX-9 akan menggantikan pesawat seri lama.

Pesawat Generasi Ke-4 Laris Manis
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. (AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Boeing seri 737 MAX adalah generasi keempat Boeing. Seri Boeing 7373 MAX seperti MAX-7, MAX-8, dan MAX-9 akan menggantikan pesawat seri lama, yaitu 737-700, 373-800, dan 737-900. Ada pula seri 737 MAX-10 yang dibuat dengan lebih panjang.

Boeing mengklaim pesawat seri MAX memiliki tingkat efisiensi bahan bakar yang lebih baik, serta bentuk badan lebih aerodinamis.

Tingkat penjualan jenis pesawat terbilang cepat dan menjadi jantung bisnis Boeing. Hingga Januari 2019, pesawat seri 737-MAX telah dipesan sebanyak 5.011 unit oleh berbagai maskapai di dunia. Bahkan jumlah pesanannya telah mengalahkan seri 737-800 yang hanya 4.991 unit.

Pengiriman pertama seri 737 MAX-8 dilakukan pada tanggal 6 Mei 2017 kepada maskapai penerbangan Malindo Air (Malaysia).

Pada 2011, Boeing mencetak rekor penjualan pesawat komersial terbesar di dunia ketika Lion Air Indonesia berkomitmen membeli 201 Boeing 737 Max dan 29 Boeing 737-900 ER dengan total nilai 22 miliar dolar AS atau sekitar Rp 312 triliun.  Maskapai Garuda Indonesia juga sempat membuat komitmen pemesanan Boeing 737 MAX 8 sebanyak 50 unit.

Lion Air Group, telah memiliki 12 armada 737 MAX-8. Dengan adanya kecelakaan pada satu armadanya pada 29 Oktober 2018 silam, jumlahnya telah berkurang menjadi tinggal 9. Adapun Garuda Indonesia mengoperasikan satu unit pesawat jenis Boeing 737 - 8 Max.

Dua kecelakaan maut di Jakarta dan Ethiopia itu hanya berselang lima bulan. Apalagi pesawat itu masih baru dan dilengkapi perangkat paling mutakhir. Biro Penyelidik Penerbangan Prancis (BEA) menyatakan dari hasil pengusutan permulaan terhadap data kotak hitam, terlihat ada kemiripan antara kecelakaan Ethiopian Airlines ET302 dan Lion Air PK-LQP. Menurut mereka hal itu akan menjadi bahan untuk penyelidikan lebih jauh.

Pemerintah Ethiopia yang memutuskan mengirim dua kotak hitam pesawat Boeing 737 MAX 8 maskapai Ethiopian Airlines yang jatuh pada 10 Maret lalu ke Prancis, karena mereka tidak mempunyai kemampuan dan peralatan untuk menganalisis data pada perangkat itu. Insiden itu menyebabkan 157 awak dan penumpangnya meninggal.

Menurut Menteri Perhubungan Ethiopia, Dagmawit Moges, hasil kesimpulan awal dari pembacaan data di kotak hitam akan diungkap dalam 30 hari. Dia menyatakan data kecelakaan Lion Air akan dibandingkan dengan insiden Ethiopian Airlines.

Dari data penerbangan yang dilansir situs FlightRadar24, kedua pesawat itu sempat mengalami kendala dalam mempertahankan ketinggian jelajah sebelum jatuh. Banyak pihak mencurigai sistem anti-stall (MCAS) yang ditambahkan di 737 MAX 8. Perangkat itu secara otomatis memerintahkan hidung pesawat menurun ketika pesawat dianggap dalam situasi stall (gagal atau mogok).

Dalam kasus Lion Air, pilot mengalami kesulitan mengendalikan pesawat ketika mengaktifkan mode autopilot. Perangkat MCAS terus-menerus mengarahkan hidung pesawat menukik tak berapa lama usai lepas landas.

Pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh tak jauh dari di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, saat hendak menuju Nairobi, Kenya, 10 Maret 2019. Pesawat itu mengangkut 157 penumpang dari 32 negara dan seluruhnya dipastikan tewas dalam kecelakaan itu. Hasil penyelidikan sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 itu sempat meminta untuk kembali, setelah beberapa menit lepas landas dari bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 08.38 pagi waktu setempat. (tribun/kps)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved