Ketika Wali Kota Manado Vicky Lumentut Dialog dengan Warga di Kawasan Pecinan

Wali Kota Manado Vicky Lumentut menjadi satu di antara ratusan orang yang memadati ‘Koenya-Koenya’ Manado Street Food di Pecinan Manado

Ketika Wali Kota Manado Vicky Lumentut Dialog dengan Warga di Kawasan Pecinan
Tribun manado/Arthur Rompis
Wali Kota Manado Vicky Lumentut menjadi satu di antara ratusan orang yang memadati ‘Koenya-Koenya’ Manado Street Food di Pecinan Manado, Rabu (20/3/2019) malam. 

Ketika Wali Kota Manado Vicky Lumentut Dialog dengan Warga di Kawasan Pecinan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wali Kota Manado Vicky Lumentut menjadi satu di antara ratusan orang yang memadati ‘Koenya-Koenya’ Manado Street Food di Pecinan Manado, Rabu (20/3/2019) malam.

Kehadiran Vicky tak mencolok. Mengenakan kameja biru tua, dia duduk di salah satu pojok tenant.

Vicky ditemani sejumlah warga, ia makan bakpao. Kehadiran orang nomor satu Manado itu barulah diketahui setelah seseorang mengumumkan lewat pengeras suara.

Warga pun berbondong-bondong menuju stan di mana Vicky berada.

Baca: Manado Street Food Koenya-Koenya Dipromosikan ke Tiongkok

Baca: Turis Tiongkok Sudah Tak Sabar Menanti Launching Kunya-Kunya Street Food

Mereka minta foto bersama, Vicky mengiyakan. Sembari itu ia berdialog bersama warga.

Tak lama kemudian muncul Dandim, Kapolres, LSM dan sejumlah pejabat Pemkot Manado.

Vicky berdiskusi dengan mereka sambil makan, kebetulan, ratusan turis Tiongkok mendatangi tempat itu.

Para turis ini menyerbu beberapa stan seperti bakmie, martabak serta buah.

Warga Manado menyambut hangat, kendala bahasa tak jadi masalah.

Vicky membeber, baru dibuka, Koenya-Koenya Manado Street Food telah tampil menjadi objek wisata kuliner terdepan.

Baca: Pecinan Manado Bakal Menjadi Manado Street Food, Sajikan Kuliner Internasional dan Nusantara

"Perkembangannya sangat baik, lihat saja banyak turis asing yang datang," kata Vicky.

Vicky mengatakan, tempat tersebut juga menunjukkan toleransi antar-warga yang jadi ciri khas Manado selama ini.

Di tempat itu, semua perbedaan melebur jadi sebuah harmoni. "Ini juga jadi kredit poin tersendiri bagi turis asing," kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved