Cerita Bos-bos Start Up: Minta Bikin Dangdutan

Mendapat suntikan dana dari para investor tak melulu membuat perusahaan rintisan atau start up gembira. Terkadang, sejumlah kejadian

Cerita Bos-bos Start Up: Minta Bikin Dangdutan
antara
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky (ketiga kanan) dan Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid (kanan) meninjau stan mitra Bukalapak saat Perayaan HUT ke-9 Bukalapak di Jakarta, Kamis (10/1/2019). Bukalapak pada usia ke-9 tahun telah merangkul lebih dari empat juta pelapak dan 50 juta pengguna se-Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Mendapat suntikan dana dari para investor tak melulu membuat perusahaan rintisan atau start up gembira. Terkadang, sejumlah kejadian unik pascakedapatan dana segar itu membuat para pendirinya geleng-geleng kepala. Terlebih, saat nilai investasi dan total valuasi perusahaan dibeberkan ke publik.

Seperti yang dirasakan Co-founder dan Presiden BukaLapak Fajrin Rasyid. Rekan kerja Ahmad Zaky ini bercerita timnya sengaja merahasiakan nilai pendanaan karena khawatir investor akan mengucurkan dana ke start up-start up pesaingnya.

"Waktu itu ada investor mau kasih list, tapi orang Indonesia suka malu-malu kasih tahu berapa, apalagi valuasi, Bukalapak termasuk jarang buka funding. Pas sudah oke oke enggak sebut angka, bikin press release dapat dari investor A, malah investornya bikin ada angkanya. Kami kebingungan sendiri," kata Fajrin dalam acara Endeavor Entrepreneurs di Jakarta, Rabu (20/3).

Tak hanya itu, dia mengaku kantor start up Unicorn itu sempat didatangi petugas pajak yang kepo terkait suntikan modal untuk perusahaannya.

"Sekitar tujuh sampai delapan orang kantor pajak ujug-ujug ke kantor mau ketemu direktur. Ya sudah saya temui. Bilangnya silaturahmi tapi pengin tahu funding itu kok tidak ada laporannya," kata dia.

Fajrin menjelaskan kepada petugas pajak itu dana yang diterima perusahaannya berupa investasi, bukan dari keuntungan perusahaan. "Kecuali kalau ada aksi jual saham Bukalapak yang ada keuntungannya itu akan saya bayarkan PPn-nya (Pajak Penghasilan, red). Akhirnya setelah saya jelaskan mereka pulang," ucap pria lulusan ITB itu.

Lain lagi dengan kisah Bos e-Fishery Gibran Ghibran Huzaifah. Dia menceritakan pernah ditagih untuk gelar acara dangdutan oleh para petambak ikan setelah berita suntikan dana muncul di media nasional. "Petani pokoknya baca duitnya banyak, 'Ngasih kita apa bikinin kita kayak gitu.' Mereka kan dapat duit bisa foya-foya bikin dangdutan ya," kelakarnya.

Gibran harus menjelaskan kepada pengguna jasa teknologi untuk memberi pakan perikanan itu bahwa uang miliaran yang didapat untuk menjaga operasional perusahaan tetap berjalan. Selain itu, Gibran mengatakan kebanyakan pengguna aplikasinya belum melek digital. E-Fishery bahkan punya database tersendiri berisi e-mail dan password akun pelanggannya.

"Jadi kalau ada investor yang bertanya soal data privacy, ya bagaimana, kan e-mail nelayan password-nya kita yang pegang," ujar pria yang juga lulus dari ITB itu.

Endeavor Indonesia, organisasi yang memimpin gerakan high impact entrepreneurship atau wirausaha berdampak besar untuk masyarakat, membeberkan kinerja para pelaku usaha yang bergabung pada komunitasnya. Berdasarkan Impact Report 2016-2018, sebanyak 35 perusahaan yang dijalankan oleh 43 Endeavor Entrepreneurs (EE) sukses meraup penghasilan sebanyak Rp 31,5 triliun secara keseluruhan pada 2018.

"Kami sangat senang melihat hasil dan dampak dari jaringan kami untuk melihat seberapa jauh kami telah merealisasikan visi tersebut. Hal ini tidak akan terjadi tanpa dukungan dan kontribusi dari ratusan pemimpin bisnis, entrepreneur muda dan berpengalaman, investor, profesional, pemerintah, media dan pemain kunci lain di ekosistem," kata Chairman Endeavor Indonesia Harun Hajadi saat peluncuran Impact Report 2016-2018 di Jakarta, Rabu (20/3).

Harun melanjutkan pihaknya mencari entrepreneur yang tidak hanya menyelesaikan masalah di pasar, tetapi juga dapat tumbuh untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja, menginspirasi banyak orang untuk mengikuti jejak mereka. Dia menjelaskan dalam menentukan entrepreneur dibutuhkan seleksi ketat baik skala nasional maupun internasional. Bagi pewirausaha yang terpilih akan mendapatkan akses mentoring bersama pewirausaha senior yang lebih berpengalaman dan networking dengan pengusaha dan investor baik lokal maupun global.

"Yang sangat interesting Endeavour entrepreneurs punya akses luar biasa kepada Endavour network, baik dari segi funding, bandingkan diri cari tahu apa yang terjadi di negara lain kita bisa connect dengan mereka," jelasnya.

"Angkanya memang cuma 43 (entrepreneur) tapi impact-nya luar biasa. Dari 43 ini direct job 10.100 orang dan penghasilan 2,2 miliar dollar Amerika Serikat," jelasnya.

Beberapa perusahaan yang bergabung dengan Endeavor Indonesia sudah dikenal di masyarakat luas. Di antaranya Bukalapak, eFishery, kata.ai, Investree dan Female Daily Network. (Tribun Network/ria)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved