Waspada, Materai Rp 6.000 Palsu Dijual Rp 2.200 Telah Beredar, Polisi Bekuk 9 Pelaku

Subdit 3 Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membekuk 9 pelaku sindikat pemalsu materei Rp 6000, yang mendistribusikan atau menjual materai palsu

Waspada, Materai Rp 6.000 Palsu Dijual Rp 2.200 Telah Beredar, Polisi Bekuk 9 Pelaku
tribun bali
Materai 6000 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Subdit 3 Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membekuk 9 pelaku sindikat pemalsu materei Rp 6000, yang mendistribusikan atau menjual materai palsu hasil cetakan mereka melalui situs jual beli online.

Dari hasil penyelidikan polisi diketahui kawanan ini sudah mendistribusikan puluhan ribu materai palsu ke hampir seluruh Indonesia dalam sekitar setahun terakhir.

Bahkan dari tangan mereka disita puluhan ribu lembar materai palsu, mulai dari yang sudah jadi sampai yang setengah jadi berikut bahan mentah serta semua peralatan pencetakan.

Direktur Operasional Perum Peruri, Saiful yang turut bekerjasama dan membantu Polda Metro Jaya mengungkap kasus ini, mengatakan, hasil meterai palsu kawanan ini memang sangat mirip dengan materai yang asli yang dikeluarkan Peruri.

"Sehingga memang cukup sulit dibedakan secara kasat mata," katanya.

Namun kata Saiful, ada beberapa cara yang bisa dipakai bagi masyarakat untuk membedakan materai palsu dan asli.

"Jika untuk membedakan uang palsu dan asli bisa dipakai cara dilihat, diraba dan diterawang, maka untuk materai bisa digunakan cara dilihat, diraba dan digoyang," kata Saiful.

Baca: Ada KPK Gadungan Dalam Pengungkapan Kasus Suap Beli Jabatan Kemenag, Ini Penjelasannya

Digoyang atau menggoyangkan materai sembari mengamatinya, kata Saiful, adalah cara yang paling mungkin bisa membedakan materai palsu kawanan ini dengan materai asli.

"Untuk materai palsu mereka, jika digoyang maka khusus untuk gambar bunga yang ada di sana, maka akan terjadi perubahan warna. Sementara materai asli Rp 6000 tidak," katanya.

Selain itu kata Saiful, bagian atas materai palsu jika diraba akan terasa kasar.

Halaman
1234
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved