Survei Litbang Kompas, Elektabilitas Jokowi-Prabowo Menipis, Pengamat Beber Faktor Penyebabnya

Survei elektabilitas pasangan nomor urut 01 Jokowi-Amin dan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dari Litbang Kompas, makin menipis

Survei Litbang Kompas, Elektabilitas Jokowi-Prabowo Menipis, Pengamat Beber Faktor Penyebabnya
Ferry Liando 

Survei Litbang Kompas, Elektabilitas Jokowi-Prabowo Menipis, Pengamat Beber apa Faktor Penyebabnya

TRIBUBMANADO.CO.ID, MANADO - Survei elektabilitas pasangan nomor urut 01 Jokowi-Amin dan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dari Litbang Kompas, makin menipis.

Pengamat Politik Sulut, DR Ferry Liando memgamati, selisih elektabilitas makin menipis ini kemungkinan terjadi karena sejumlah faktor

Pertama, tidak kuatnya tim sukses incumbent mengadang serangan-serangan pihak penantang.

Di satu sisi pihak incumbent telah memiliki pengalaman satu periode. Pengalaman ini membantu popularitas dan sangat diuntungkan dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah dan kuatnya jejaring kekuasaan baik di pusat hingga daerah.

Di sisi lain karena sedang menjabat maka semua persoalan-bangsa selalu di alamatkan kepada incumbent.

Baca: Kubu Prabowo Berencana Datangkan Rocky Gerung ke Sulut tuk Dongkrak Elektabilitas

Baca: Ini 3 Penyebab Suara Prabowo-Sandiaga Naik Melonjak Menurut Survei Litbang Kompas

"Seolah-olah peristiwa publik selama ini selalu dianggap sebagai kelalaian pemerintahan yang sedang berkuasa," kata Akademisi Universitas Sam Ratulangi.

Narasi-narasi politik seperti ini, menjadi modal kuat bagi penantang incumbent untuk menyerang namun serangan itu tidak mampu dibendung tim incumbent untuk membangun narasi mencounter serangan itu.

"Akibatnya masyarakat yang menerima informasi itu terpengaruh," kata dia.

Kedua, strategi tim Prabowo membangun kekuatan politik aliran kemungkinan besar menjadi salah satu pemicu elektoral Prabowo.

Ketiga, proses penegakan hukum bagi sejumlah aktor pendukung Prabowo oleh aparat hukum membangkitkan militansi para pendukung prbaowo.

Baca: SIAPA YANG UNGGUL? Menurut Hasil SurveI LSI Terbaru, Antara Jokowi-Maruf dan Prabowo Sandi

Baca: Inilah Cuitan Fahri Hamzah di Twitter, Terkait Menurunnya Elektabilitas Jokowi-Maruf

"Ada anggapan publik bahwa semua tindakan aparat sangat politis meski perbuatan-perbuatan itu memenuhi dugaan pelanggaran. Namun pembalikan opini bahwa tindakan hukum itu terkait politik maka terciptanya Image yang tidsk positif terhadap incumbent," ujar dia.

Namun demikian, pergerakan politik sangatlah dinamis. Persepsi publik hari ini kemungkinan masih bisa berubah.

"Bisa saja ada yang turun namun ada juga yang bisa naik. Semuanya sangat tergantung pada momentum," ungkap dia

Ada suasana yang tiba-tiba terbangun tanpa diduga sebelumnya. Namun suasana ini bisa menguntungkan atau merugikan pasangan tertentu. (ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved