Presiden Turki Minta Brenton Tarrant Dihukum Mati

Brenton Tarrant menjadi pelaku utama dalam penembakan jamaah Masjid Al Noor di Christurch pada Jumat (15/3/2019).

Presiden Turki Minta Brenton Tarrant Dihukum Mati
Heavy.com
Brenton tarrant 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Brenton Tarrant menjadi pelaku utama dalam penembakan jamaah Masjid Al Noor di Christurch pada Jumat (15/3/2019).

Selain masjid tersebut, sebuah masjid di Linwood juga menjadi sasaran penembakan saat jamaah akan melaksanakan ibadah shalat Jumat.

Akibatnya, sebanyak 50 orang tewas dalam aksi keji tersebut.

Brenton Tarrant berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian setempat dan langsung menjalani sidang di Gedung Pengadilan Christchurch pada Sabtu (16/3/2019).

Peristiwa berdarah tersebut mendapat kecaman dari berbagai negara termasuk Turki.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan meminta pemerintah Selandia Baru untuk memberikan hukuman mati kepada Brenton Tarrant.

Hal tersebut ia sampaikan saat berkampanye pada Selasa (19/3/2019) waktu setempat.

Baca: Brenton Tarrant Bukan Penganut Aliran Yehova, Ini Informasi lengkapnya

Dikutip Tribunnews.com dari Newshub, Erdogan mengancam akan menghukum tindakan keji Brentont Tarrant jika Selandia Baru enggan melakukannya.

"Anda membunuh 50 saudara kandung kita dengan kejam. Anda akan membayar untuk ini. Jika Selandia Baru tidak membuat Anda, kami tahu bagaimana membuat Anda membayar satu atau lain cara," ucap Erdogan.

Erdogan bahkan juga menyesalkan telah menghapus hukuman mati di Turki 15 tahun yang lalu.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved