Aktivitas Gunung Karangetang, Gempa Guguran dan Hembusan tak Terjadi

Meski gempa hembusan dan guguran tak lagi terlihat, namun aktivitas gunung Karangetang masih terus terjadi.

Aktivitas Gunung Karangetang, Gempa Guguran dan Hembusan tak Terjadi
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Aktivitas Gunung Karangetang 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO - Meski gempa hembusan dan guguran tak lagi terlihat, namun aktivitas gunung Karangetang masih terus terjadi.

Menurut catatan petugas di Pos PGA Karangetang Rabu (20/3) sejak pukul 00.00-06.00 Wita, secara visual tidak nampak lantaran tertutup kabut.

Sementara secara kegempaan, meski hembusan dan guguran tidak ada, namun gempa hybrid masih terjadi 8 kali dengan amplitudo 4-8 mm, S-P : 0 detik, durasi  7-15 detik.

Baca: Akhirnya Bertemu! Ini Momen Manis Saat Gempi Bertemu Wijaya Saputra, Netizen Ingatkan Pesan Gading

Baca: Mengajukan Penundaan Wamil, Militer Kaji Ulang Aturan Pelaksanaan Wajib Militer untuk Seungri

Vulkanik dangkal terjadi 6 kali, dengan amplitudo 3-5 mm, durasi 3-5 detik. Vulkanik dalam sekali dengan amplitudo 17 mm, S-P 1 detik, durasi 10 detik, tektonik lokal sekali terjadi dengan amplitudo 50 mm, S-P 4 detik, durasi 40 detik, dan tektonik jauh sekali dengan amplitudo 5 mm, S-P 12 detik, durasi 40 detik. Juga microtremor terekam dengan amplitudo 0.25 mm (dominan 0.25 mm).

"Status gunung Karangetang masih pada level III atau siaga," ujar Aditya Gurasali petugas pos PGA Karangetang.

Sedangkan rekomendasi PVMBG Bandung pun belum berubah, warga masih tetap yaitu dilarang mendekati,  melakukan pendakian atau beraktivitas di dalam zona bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak kawah dua (Kawah Utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat-Baratlaut sejauh 3 km dan ke arah Baratlaut-Utara sejauh 4 km.

Baca: Jenazah Muhammad Rahim Warga Afganistan Dibawa ke Masjid SIS Aldjufrie Malendeng

Warga yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Kampung Niambangeng, Beba dan Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya.

Masyarakat tetap dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved