Kasus Penembakan di Masjid Selandi Baru, ISIS Serukan Aksi Balas Dendam

ISIS menyerukan balas dendam atas aksi penembakan di dua masjid di Selandia Baru beberapa waktu yang lalu.

Kasus Penembakan di Masjid Selandi Baru, ISIS Serukan Aksi Balas Dendam
tribun medan
Pasukan ISIS 

TRIBUNMANADO.CO.ID - ISIS menyerukan balas dendam atas aksi penembakan di masjid di Selandia Baru beberapa waktu yang lalu.

Dikutip Tribunnews.com dari New York Times pada Selasa (19/3/2019), juru bicara ISIS muncul setelah kelompok ini menutup mulut selama hampir enam bulan pada Senin (18/3/2019).

Abu Hassan al-Muhajir ini muncul untuk mengejek pernyataan Amerika Serikat bahwa mereka telah mengalahkan ISIS dan juga menyerukan pembalasan atas serangan di Masjid Al Noor dan Linwood Christchurch, Selandia Baru pekan lalu.

"Adegan pembantaian di dua masjid harus membangunkan para pendukung kekhalifahan untuk membalas atas nama agama mereka," kata Al Muhajir dalam rekaman audio berdurasi 44 menit.

Al Muhajir mengatakan penembakan yang menewaskan 50 Muslim ketika beribadah di kota Christchurch sebagai perpanjangan dari kampanye melawan ISIS.

Ia menyamakan serangan masjid itu dengan pertempuran selama berminggu-minggu di desa terakhir di bawah kendali ISIS di Suriah.

"Ini adalah Baghouz di Suriah, di mana umat Islam dibiakar sampai mati dan dibom oleh semua senjata pemusnah massal yang tidak diketahui dan tidak dikenal," katanya.

Baca: Farid Ahmed Ingin Memeluk Teroris yang Bunuh Istrinya di Masjid Selandia Baru

Sepanjang pidatonya, Al-Muhajir meremehkan klaim Gedung Putih atas kemenangan dari ISIS, menyebutnya keadaan kebingungan dan kontradiksi yang mustahil bagi pengamat manapun untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata kemenangan.

Sementara ISIS telah kehilangan semua bagian dari wilayah luas yang pernah dikontrolnya di Irak dan Suriah.

Para pejabat militer mengatakan kelompok itu tetap menjadi ancaman yang kuat.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved