Karyawati Bank Mandiri Dirampok dan Dianiaya Driver Taksi Online, Driver Ternyata Pakai Akun Teman

G dianiaya sopir taksi online ketika hendak pulang ke rumahnya di Jatisampurna, Jumat (15/03/2019). Barang berharga G pun tak luput dari mata driver.

Karyawati Bank Mandiri Dirampok dan Dianiaya Driver Taksi Online, Driver Ternyata Pakai Akun Teman
kolasetribunmanado.co.id/ist/surya co.id
Ilustrasi Taksi Online dan Karyawati Bank Mandiri Korban Perampokan, Pelaku Sopir Taksi Online Sayat Wajah Wanita (Penumpang) 

Sementara 2 lainnya kritis, masing-masing Yohanes Pangkong (80) dan Imelda Pangkong (46) yang merupakan ayah dan anak masih dirawat di rumah sakit.

Keempat korban adalah satu keluarga.

Dilansir dari Hulondalo.id, dini hari itu, warga mendengar ada tangisan perempuan sambil meminta tolong.

Penasaran, warga kemudian mencari dan mendatangi asal suara tangisan tersebut.

Saat didatangi, terkejutlah mereka saat melihat teriakan itu dari suara perempuan yang sudah berlumuran darah.

Diperbantukan warga, korban selanjutnya di bawa ke ruamh sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Yohanes kini sedang menjalani perawatan, dengan luka sobek dijari manis tangan kiri dan 1 luka tusukan di bagian perut sebelah kanan.

Baca: 410 Peserta dari Sulut, Gorontalo dan Malut Ikut Kontes Layanan Honda 2019

Baca: Gorontalo Usulkan Nurlan dan Syafrudin untuk Jadi Komisaris Bank SulutGo

Baca: 5 Fakta Pemecatan Norman Kamaru 8 Tahun Silam yang Diungkap Polda Gorontalo: Tidak Disiplin

Sedangkan anaknya, Imelda mendapat 3 luka tusukan di bagian perut sebelah kanan, 2 luka tusukan di perut sebelah kiri dan 2 luka sobek dilengan sebelah kiri.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja SIK MSi saat memberikan keterangan kepada wartawan menjelaskan, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal yang dilakukan diduga pelaku berupaya membongkar rumah untuk mengambil sejumlah barang.

"Pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui pintu samping dan masuk ke pintu utama dari sebelah kanan rumah. Pelaku selanjutnya naik ke lantai 2 rumah," kata Lumban Raja yang dikutip Tribunmanado.co.id dari Hulondalo.id.

Lanjut kapolres, dilantai 2 tersebut, pelaku diduga bertemu dengan korban.

Ilustrasi perampokan
Ilustrasi perampokan (Shutterstock)

“Jika dilihat dari ceceran darah yang terserak kesana kemari, pelaku sempat mendapat perlawanan dari korban dilantai 2,” kata Lumban Raja.

Keributan di lantai 2 tersebut ternyata membangunkan penghuni rumah lainnya di lantai 1.

Usai membunuh korban di lantai 2, pelaku yang diduga panik kemudian turun.

Namun bertemu dengan saudara dari korban yang meninggal tadi di lantai 2.

Perlawanan yang dilakukan korban sempat membuat pisau dari pelaku jatuh.

Namun karena perlawanan begitu sengit, pelaku berhasil mengambil kembali pisau yang telah jatuh kemudian menikam tiga korban lainnya yang berada di lantai 1.

Setelah korbannya lumpuh, pelaku kemudian melarikan diri.

Tim di lapangan, kata Kapolres, kini sementara bekerja keras mengungkap kasus ini. Dari 4 korban yang ada, 2 korban meninggal dunia.

“Doakan kami agar cepat bisa mengungkap kasus ini,” pungkas Kapolres Gorontalo Kota AKBP Robin Lumban Raja. 

(Tribunmanado.co.id/Indri Fransiska Panigoro)

Jangan Lupa Follow Instragram Tribun Manado:

TONTON VIDEO INI YA:

Penulis: Indry Panigoro
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved