News

Inilah Penyebab Kecaman Terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan

Sehari setelah penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menyebabkan 50 orang meninggal dunia.

Inilah Penyebab Kecaman Terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan
serambinews
Presiden Erdogan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sehari setelah penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menyebabkan 50 orang meninggal dunia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mempertontonkan rekaman video aksi itu dalam kampanye untuk memacu dukungan dari kalangan konservatif.

Rekaman video dan juga ringkasan yang disebut berasal dari manifesto tersangka pelaku serangan diputar lewat layar besar di Istanbul pada Sabtu (16/03).

Namun aksi Presiden Erdogan itu sontak mendapat kecaman luas.

Baca: Kisah 2 Polwan Menyamar Jadi PSK Bongkar Perbudakan Seks, Sempat Ketakutan

Kecaman utama muncul dari kubu oposisi di Turki, Partai Rakyat Republik dan pemimpin Partai Kebahagiaan Mutlak, Temel Karamollaoglu.

Kubu oposisi mengatakan Presiden Erdogan menggunakan rekaman video itu untuk menambah angka dukungan menjelang pemilihan daerah sebelum akhir bulan ini.

Adapun Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, mengatakan ia telah menghubungi mitra kerjanya dari Turki untuk menyampaikan keprihatinan atas penggunaan rekaman penembakan para jamaah Shalat Jumat di dua masjid Christchurch pada Jumat (15/03).

Dalam acara kampanye di hadapan pendukungnya, Erdogan mengatakan tersangka memberikan ancaman kepada Muslim di Turki dan dua kali mengunjungi negara itu.

Baca: Ketika Dua Polwan Mau Jadi PSK untuk Bongkar Perbudakan Seks, Merasa Takut, Namun Lebih Tenang

"Kita tidak ingin menyaksikan konflik antara salib dan bulan lagi," kata Erdogan ketika merujuk konflik antara pemeluk Kristen dan Islam.

Pada Jumat (15/03), tak lama setelah penembakan di dua masjid Selandia Baru, presiden Erdogan mengklaim bahwa tersangka telah "menjadikan negara kita, bangsa kita dan saya sendiri sebagai sasaran" dan memperingatkan kepada negara-negara lain, khususnya Barat, untuk mengatasi peningkatan sentimen Islamofobia untuk mencegah serangan serupa.

"Jika tidak diambil langkah-langkah segera, berita-berita tentang bencana lain akan muncul setelah peristiwa ini," tegasnya.

Selain 50 orang yang meninggal dunia, penembakan di Masjid Al Noor dan masjid di Linwood melukai 50 lainnya, termasuk warga negara Indonesia.

Baca: Siswi SMP di Manado Dicabuli Pemulung, Peristiwa Terjadi Sejak Tahun 2017

Polisi telah menetapkan pria Australia atas nama Brenton Tarrant, 28, sebagai tersangka. Ia menyiarkan aksi penembakan tersebut melalui Facebook Live.

Ia dihadirkan di persidangan pada Sabtu (16/3) dan dikembalikan ke tahanan tanpa pembelaan. Sidang selanjutnya dijadwalkan pada 5 April mendatang.

Tautan: http://aceh.tribunnews.com/2019/03/19/presiden-erdogan-dikritik-sebab-tunjukkan-video-serangan-masjid-selandia-baru-dalam-kampanye

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved