Gagasan Maruf dan Sandiaga Jakarta Banget

Gagasan-gagasan yang disampaikan oleh Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno

Gagasan Maruf dan Sandiaga Jakarta Banget
antara
Sandiaga Uno berjabat tangan dengan Ma'ruf Amin usai debat cawapres di Jakarta, Minggu (17/3/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Gagasan-gagasan yang disampaikan oleh Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat debat Pilpres 2019, Minggu (17/3) di Jakarta terlalu Bataviasentris. Dua cawapres tidak menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat di luar Jakarta dan Pulau Jawa.

Hal ini disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM Amiruddin saat penyampaian catatan kritis Komnas HAM terkait debat ketiga Pilpres 2019 di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta, Senin (18/3).  Menurut Amiruddin cara berpikir Maruf dan Sandiaga dalam menyampaikan gagasan mereka sangat mencerminkan orang Jakarta.

"Debat semalam itu terlalu Bataviasentris. Orang Jakarta betul cara berpikirnya. Tidak melihat republik ini memiliki banyak wilayah, pulau-pulau kecil, tersebar di pedalaman-pedalaman," ujar Amiruddin.

Amiruddin mengatakan seharusnya prinsip pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya harus menjangkau dan terjangkau. Menurut dia pelayanan terkait pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan buaya harus berpegang pada prinsip keterjangkauan sesuai Undang-undang Nomor 11 tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

"Artinya, pelayanan itu harus menjangkau sebanyak mungkin rakyat. Jika diadakan, mesti terjangkau. Itu yang saya lihat sehingga prinsip ini tidak terelaborasi karena berpikirnya terlalu mengandaikan ini terjadi di Jakarta saja," kata Amiruddin.

Pada kesempatan yang sama Ketua Tim Pemantauan Pemilu 2019 Komnas HAM Hairansyah menilai Maruf Amin dan Sandiaga Uno belum mampu mengeksplorasi persoalan-persoalan pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya. Menurut Hairansyah tolok ukur penilaian tersebut adalah terpenuhinya empat indikator dalam prinsip hak asasi manusia terkait pemenuhan hak pendidikan, hak kesehatan, hak ketenagakerjaan, hak sosial dan hak budaya.

Indikator pertama adalah ketersediaan meliputi fasilitas, infrastruktur dan tenaga. Kedua, keterjangkauan yang meliputi prinsip nondiskriminasi, pemihakan kepada kelompok marginal, terjangkau dan informatif. Ketiga, akseptabilitas meliputi penghormatan terhadap budaya, etika, budaya individu, kelompok minoritas, komunitas dan sensitif gender.

"Keempat, aspek kualitas meliputi keterampilan aparatus, memenuhi kaidah ilmu pengetahuan dan layanan yang prima," ujar Hairansyah.

Maruf Amin Kurang Lepas

Juru kampanye nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno M. Edwin Halim mengkritik penampilan Maruf Amin saat debat ketiga. Edwin menilai penampilan Maruf Amin cenderung kurang lepas.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved