451 Orang di Kotamobagu Terserang Asam Urat Tinggi, Paling Banyak Perempuan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu mendata ada 451 orang terkena asam urat tinggi.

Penulis: Handhika Dawangi | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / handhika dawangi
Hariyanti Sutarjo, Pengelola Program Penyakit Tidak Menular Dinkes Kotamobagu 

451 Orang di Kotamobagu Terserang Asam Urat Tinggi, Paling Banyak Perempuan

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu mendata ada 451 orang terkena asam urat tinggi.

Hal itu berdasarkan screening dan pemeriksaan di 33 desa kelurahan.

"Data 2018, 451 orang terkena asam urat tinggi dari screening dan pemeriksaan 25.535 warga di 33 desa kelurahan," ujar Pengelola Program Penyakit Tidak Menular Hariyanti Sutarjo kepada Tribun Manado, Selasa (19/03/2019) pagi.

Hariyanti mengatakan dari data tersebur lebih banyak itu oleh perempuan. "Itu yang paling banyak datang di fasilitas kesehatan," ujar dia.

Baca: Dinkes Kotamobagu Bantu Tenaga Medis Evakuasi Korban Longsor Tambang Bakan

Baca: Dinkes Kotamobagu 24 Kali fogging, Jumlah DBD 65 Kasus Sampai Akhir Februari

Hariyanti mengatakan, memang asam urat termasuk penyakit tidak menular.

"Namun justru penyakit tidak menular itu 'memakan' biaya yang cukup banyak," ujar dia.

Hariyanti mengingatkan kepada masyarakat yang terkena asam urat tinggi agar tidak sembarangan meminum obat.

"Jangan sembarangan, apalagi minum obat yang sering dikenal obat par. Cara yang terbaik yakni kurangi makan makanan yang berserat (daging, kacang-kacangan, dsb)," ujar dia.

Penyakit asam urat tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Tidak mengenal muda dan tua.

"Intinya untuk menghindari penyakit tersebut, maka pola makan yang harus diatur," ujar dia. (dik)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved